Lingkungan dan Alam

Diskusi dan informasi tentang isu terkini lingkungan dan alam

Alih Fungsi Lahan Sawah di Pinggiran Jogja: Dampaknya Mulai Dirasakan Petani Kecil

Di beberapa kecamatan pinggiran Kota dan Kabupaten Yogyakarta, perubahan penggunaan lahan dari sawah produktif menjadi perumahan, kawasan komersial, atau fasilitas wisata tak lagi sekadar isu perencanaan, ia sudah masuk ke meja makan keluarga petani kecil. Fenomena alih fungsi lahan sawah (konversi lahan) yang berlangsung bertahun-tahun ini mulai menekan luas lahan tanam, produktivitas, dan kesejahteraan petani skala kecil di wilayah pinggiran Jogja. Data statistik dan kajian lokal memperlihatkan tren yang tidak menguntungkan: luas panen padi DIY mengalami penurunan pada 2024 dibanding tahun sebelumnya, sebuah sinyal yang perlu dicermati.
1.webp

Mengukur skala: berapa banyak yang hilang?​

Angka-angka resmi menunjukkan pertanda penurunan. Laporan BPS DIY menyebutkan adanya penurunan luas panen dan produksi padi pada 2024 dibanding tahun sebelumnya, sementara kajian instansi teknis memperkirakan alih fungsi lahan di DIY berjalan dengan laju tahunan yang signifikan. Di...
 

Fenomena Sumur Warga Mengering di Pinggiran Jogja: Dampak Alih Fungsi Lahan dan Ancaman Krisis Air Tanah

Pada suatu pagi di pinggiran Yogyakarta, suara mesin pompa air terdengar lebih lama dari biasanya. Seorang warga menunggu di dekat sumur gali di halaman rumahnya, berharap air tetap keluar seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun yang muncul hanya semburan udara bercampur lumpur. Sumur yang selama puluhan tahun menjadi sumber air keluarga itu kini tak lagi bisa diandalkan.
1.webp
Cerita semacam ini bukan satu dua. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena sumur warga yang mengering semakin sering dilaporkan dari kawasan pinggiran Jogja baik di Sleman, Bantul, maupun sebagian Kulon Progo. Wilayah yang dahulu dikenal memiliki cadangan air tanah melimpah, kini mulai menunjukkan tanda-tanda tekanan ekologis yang serius. Sumur dangkal tidak lagi cukup, dan warga dipaksa beradaptasi dengan kondisi yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Fenomena ini bukan sekadar akibat musim kemarau. Banyak warga mengaku sumur tetap kering bahkan setelah hujan turun beberapa kali. Air memang...
 

Krisis Pohon Peneduh di Jogja: Jalan Kampung Makin Panas, Warga Mulai Tanam Mandiri

Siang hari di banyak kampung Yogyakarta kini terasa berbeda. Gang-gang yang dulu teduh oleh rindang pepohonan perlahan berubah menjadi lorong panas yang memantulkan cahaya matahari. Aspal menyerap panas, dinding rumah ikut menyengat, dan warga kerap menutup kepala saat melintas. Bagi sebagian orang, perubahan ini terasa sepele. Namun bagi warga yang tinggal dan beraktivitas setiap hari di kampung-kampung padat, panas berlebih sudah menjadi persoalan nyata.

Kondisi ini bukan muncul tiba-tiba. Dalam satu dekade terakhir, Yogyakarta mengalami perubahan lanskap permukiman yang cukup cepat. Pekarangan rumah menyempit, banyak halaman ditutup semen untuk parkir kendaraan, dan ruang kosong di pinggir jalan kampung semakin jarang. Di saat yang sama, pohon-pohon peneduh yang dulunya tumbuh di tepi jalan, lapangan kecil, atau sudut gang satu per satu hilang baik karena ditebang, dipangkas habis, maupun mati tanpa diganti.
1.webp
Akibatnya, suhu lingkungan di skala mikro meningkat...
 

Fenomena Bukit Bego Imogiri: Dari Sisa Proyek ke Destinasi Fotografi & Ekowisata yang Belum Banyak Diketahui

Pada sore hari di Imogiri, ketika matahari mulai condong ke barat dan cahaya keemasan menyentuh lereng perbukitan, sebuah gundukan tanah di tepi jalan justru menjadi tempat orang-orang berhenti. Ada yang datang dengan sepeda, ada pula yang sengaja memarkir motor hanya untuk menunggu senja. Mereka berkumpul di sebuah titik yang kini dikenal sebagai Bukit Bego sebuah lokasi yang dulunya tak lebih dari sisa proyek, namun perlahan menjelma menjadi destinasi fotografi dan ruang rekreasi terbuka yang tumbuh secara organik.

Bukit Bego bukanlah tempat wisata yang lahir dari perencanaan matang pemerintah atau investasi besar sektor pariwisata. Ia muncul dari celah pembangunan. Dari tanah-tanah urukan hasil penggalian alat berat yang ditinggalkan setelah proyek jalan di kawasan Imogiri–Dlingo dihentikan. Warga sekitar awalnya melihat bukit ini sebagai bagian dari lanskap yang tak selesai. Namun seiring waktu, posisi bukit yang lebih tinggi dari jalan, ditambah pandangan luas ke arah barat...
 

Permasalahan Tiga Sungai di Jogja: Solusi Berbasis Komunitas untuk Mengatasi Sampah dan Sedimentasi

Sungai-sungai di wilayah perkotaan Yogyakarta kembali menjadi sorotan warga, peneliti, dan pemerintah. Tiga sungai yang sering disebut dalam berbagai program konservasi dan pembersihan Kali Code, Kali Winongo, dan Sungai Gajahwong menghadapi masalah klasik namun sulit diatasi: masuknya sampah plastis dan organik, akumulasi sedimen yang mengurangi kapasitas aliran, dan pencemaran kimiawi yang mengancam kualitas air dan kesehatan ekosistem. Tren perbaikan infrastruktur dan kampanye pembersihan masif menunjukkan komitmen, tetapi akar masalahnya memerlukan solusi terpadu terutama yang memberdayakan komunitas lokal sebagai aktor utama perubahan.

Gambaran masalah: sampah, sedimentasi, dan kualitas air​

Permasalahan sungai di Jogja bersifat multidimensi. Pertama, sampah yang berasal dari aktivitas rumah tangga, warung, dan pembuangan tidak terkelola menumpuk di badan sungai dan bantaran; sampah ini menjadi penyumbat aliran dan sumber estetika serta kesehatan yang buruk...
 

Sumur Resapan di Kampung Kota Jogja Mulai Ditinggalkan: Warga Beralih ke Cara Baru Menyimpan Air Hujan

Di lorong-lorong sempit kampung-kampung di Kota Yogyakarta, ada perubahan kecil yang lambat tapi nyata: lubang-lubang resapan yang semula menjadi simbol upaya konservasi air kini tampak kurang terawat, ditumbuhi daun dan sampah. Sementara itu, tampak pula tandon plastik, drum biru, dan selang talang yang mengalirkan air hujan ke penampungan rumah bukti bahwa warga mulai memilih menyimpan air di permukaan daripada mengembalikannya langsung ke tanah. Pergeseran ini bukan sekadar soal gaya hidup; ia menyentuh soal ketahanan air, kualitas lingkungan, dan adaptasi warga terhadap perubahan kebutuhan perkotaan.

Di tulisan ini kami menggali penyebab fenomena tersebut, siapa yang untung-rugi, dan bagaimana kebijakan serta teknologi lokal merespons lengkap dengan data, wawancara lapangan, serta pandangan ahli untuk membantu pembaca media online memahami dinamika konservasi air di kampung-kampung Jogja saat ini.
2.webp

Dari sumur resapan ke tangki: apa yang berubah?​

Sejak...
 

Sumur Warga Mulai Mengering: Ancaman Krisis Air Tanah di Pinggiran Kota Jogja

Di beberapa kampung pinggiran Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, sumur-sumur warga yang selama puluhan tahun menjadi sumber air domestik dan pertanian mulai menunjukkan tanda-tanda pendangkalan bahkan kekeringan. Kasus-kasus lokal yang tercatat dalam beberapa bulan terakhir dari warga yang harus “menyuntik” sumur agar air kembali hingga wilayah yang kini mengandalkan droping air, memicu kekhawatiran bahwa masalah ini bukan sekadar fenomena musiman, tetapi bagian dari tren penurunan muka air tanah yang lebih luas. Laporan-laporan jurnalis lokal menggambarkan dampak nyata: antrian warga untuk mengambil air, biaya tambahan untuk memperdalam sumur, dan ketergantungan sementara pada bantuan logistik pemerintah.

Fenomena sumur mengering di pinggiran Jogja perlu dilihat dari dua sisi: (1) faktor pemicu lokal jangka pendek (kemarau, rusaknya infrastruktur permukaan seperti dam/sabo, atau gangguan sumber air permukaan) dan (2) tren struktural jangka menengah-panjang (penurunan muka air...
 

Potensi Hutan Kota di Jogja: Peluang Wisata Edukasi dan Manfaat Ekosistem yang Belum Dimaksimalkan

Yogyakarta dikenal sebagai kota budaya dan pendidikan, tetapi di balik keramaian Malioboro dan kampus-kampus ternama, terdapat potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan: hutan-hutan kota dan kawasan hutan terdekat yang bisa berfungsi ganda sebagai paru-paru kota, laboratorium pendidikan lingkungan, serta destinasi wisata edukasi yang memberikan nilai ekonomi bagi komunitas lokal. Artikel ini membedah potensi tersebut, bukti ilmiah fungsi hutan kota, contoh lokasi di Jogja yang sudah dan bisa dikembangkan, serta rekomendasi praktis agar potensi itu tak lagi tidur.
Potensi Hutan Kota di Jogja Peluang Wisata Edukasi dan Manfaat Ekosistem yang Belum Dimaksima...webp


Mengapa hutan kota penting untuk Jogja sekarang?​

Hutan kota (urban forest) bukan sekadar kumpulan pohon di area perkotaan. Secara fungsional, hutan kota berperan dalam pengaturan iklim mikro (menurunkan suhu), menyerap polutan udara dan karbon, menyediakan habitat bagi keanekaragaman lokal, serta menjadi ruang publik untuk rekreasi dan pendidikan lingkungan. Berbagai studi lapangan dan...
 

Energi Murah dan Ramah Lingkungan: Suara Kaum Muda Jogja terhadap Masa Depan Energi DIY

Isu energi kini tak lagi hanya menjadi pembahasan teknis di ruang-ruang akademik atau rapat pemerintahan. Di Yogyakarta, pembicaraan soal energi murah dan ramah lingkungan mulai bergeser ke ruang publik, komunitas, hingga media sosial. Menariknya, kelompok yang paling vokal menyuarakan isu ini justru datang dari kalangan anak muda.

Generasi muda Jogja semakin sadar bahwa persoalan energi bukan semata soal listrik menyala atau harga bahan bakar. Energi berkaitan langsung dengan biaya hidup, kualitas lingkungan, keadilan sosial, hingga masa depan kota tempat mereka tumbuh. Kesadaran ini tumbuh seiring meningkatnya paparan informasi tentang krisis iklim, ketergantungan energi fosil, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Di kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan ini, diskursus energi berkembang secara dinamis. Mahasiswa, komunitas lingkungan, hingga pelaku ekonomi kreatif mulai mengaitkan energi bersih dengan keberlanjutan Jogja sebagai kota budaya dan kota hidup...
 

Revitalisasi Sungai Code Dorong Wisata Malam Baru di Jantung Jogja

Sungai Code selama bertahun-tahun lebih dikenal sebagai urat air yang membelah permukiman padat di Kota Yogyakarta. Ia hadir dalam keseharian warga, namun jarang dipandang sebagai ruang wisata. Kini, wajah Sungai Code mulai berubah. Program revitalisasi bantaran sungai mendorong lahirnya wisata malam baru yang pelan-pelan menarik perhatian warga dan wisatawan.

Di sejumlah titik, pencahayaan artistik, jalur pedestrian, dan ruang interaksi publik mulai terbentuk. Sungai yang dulu identik dengan kawasan belakang rumah, kini disulap menjadi ruang depan kota tempat orang berjalan santai, menikmati malam, dan berinteraksi.
Revitalisasi Sungai Code Dorong Wisata Malam Baru di Jantung Jogja 1.webp


Latar Belakang: Ruang Kota yang Terbatas, Sungai Jadi Alternatif​

Kota Jogja menghadapi tantangan klasik kota wisata: keterbatasan ruang publik. Kawasan populer seperti Malioboro semakin padat, sementara kebutuhan ruang rekreasi warga terus meningkat, terutama pada malam hari.

Dalam konteks ini, sungai menjadi alternatif logis. Sungai...
 

Warga Sleman Kembangkan ‘Embung Mikro’ dengan Sensor untuk Deteksi Kekeringan

Sejumlah warga di Kabupaten Sleman mulai mengembangkan konsep embung mikro yang dilengkapi sensor pemantauan air sebagai langkah antisipatif menghadapi ancaman kekeringan. Inisiatif berbasis komunitas ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat pedesaan yang semakin sering menghadapi ketidakpastian musim dan ketersediaan air.

Berbeda dengan embung berukuran besar yang membutuhkan lahan luas dan anggaran signifikan, embung mikro dirancang dalam skala kecil dan fleksibel. Keunggulannya terletak pada pemanfaatan teknologi sensor sederhana yang mampu memantau ketinggian air, kelembapan tanah, hingga potensi kekeringan secara dini.

Langkah ini menandai pergeseran pendekatan pengelolaan air di tingkat desa dari yang sebelumnya reaktif menjadi lebih preventif dan berbasis data.
Warga Sleman Kembangkan ‘Embung Mikro’ dengan Sensor untuk Deteksi Kekeringan 1.webp


Latar Belakang: Perubahan Iklim dan Tekanan Sumber Air​

Wilayah Sleman selama ini dikenal memiliki sumber air yang relatif melimpah, terutama di kawasan lereng Gunung...
 

Cara Efektif Mengusir Nyamuk di Dalam Rumah Tanpa Obat untuk Lingkungan yang Sehat

Cara Efektif Mengusir Nyamuk di Dalam Rumah.webp

Nyamuk merupakan salah satu serangga yang paling mengganggu di rumah. Selain menyebabkan rasa gatal akibat gigitan, nyamuk juga dapat menjadi sumber penyakit berbahaya seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya. Banyak orang mengandalkan obat nyamuk atau semprotan kimia untuk mengusir nyamuk, tetapi penggunaan zat kimia terus-menerus dapat berdampak negatif bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengusir nyamuk di dalam rumah tanpa obat agar rumah tetap nyaman dan aman bagi seluruh anggota keluarga.

Mengusir nyamuk di dalam rumah tanpa obat bukan hanya soal menjaga kenyamanan, tetapi juga strategi pencegahan penyakit. Dengan pendekatan yang tepat, nyamuk dapat dikendalikan tanpa harus menggunakan insektisida berbahaya. Artikel ini akan membahas berbagai metode dan tips praktis untuk mengusir nyamuk secara alami, efektif, dan ramah lingkungan.

Pentingnya Mengusir Nyamuk Secara Alami​

Pentingnya...
 

Gerakan Bersih Pantai Parangtritis Digalakkan Warga dan Relawan Lingkungan

Gerakan Bersih Pantai Parangtritis.webp
Pantai Parangtritis — ikon pariwisata pesisir Yogyakarta — kembali menjadi fokus gerakan kebersihan massal. Lonjakan kunjungan wisata saat akhir pekan dan musim liburan berbanding lurus dengan peningkatan timbulan sampah yang kadang mencapai tonase besar, memunculkan aksi gotong royong dari warga, relawan mahasiswa, komunitas lingkungan, pelaku pariwisata lokal, hingga dorongan program pemerintah seperti Gerakan Wisata Bersih (GWB) yang diluncurkan Kementerian Pariwisata pada awal 2025. Penelitian akademik menunjukkan komposisi marine debris di kawasan ini didominasi plastik (PE, PET) dan sampah organik yang memerlukan pendekatan multi-solusi: pencegahan di sumber, penguatan infrastruktur pengelolaan, edukasi pengunjung, serta hilirisasi sampah menjadi produk bernilai (pengomposan, kerajinan dari plastik). Data dan laporan lapangan yang ada merekomendasikan strategi kombinasi — pencegahan perilaku, penguatan kapasitas reguler angkut/TPST, serta pengembangan...
 

Sampah Pasar Tradisional Kotagede, Tantangan Lama yang Butuh Solusi Baru

Pasar tradisional Kotagede, sebagai salah satu pusat ekonomi lokal dan tujuan wisata budaya di Yogyakarta, menghadapi masalah sampah yang akut dan berulang — dari tumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan hingga isu sanitasi dan pencemaran lingkungan di sekitarnya. Meskipun Kota Yogyakarta memiliki program pengelolaan sampah dan sejumlah inisiatif bank sampah, data menunjukkan produksi sampah perkotaan tetap tinggi dan muncul tantangan tata kelola yang berskala mikro, terutama di titik-titik pemasok sampah tinggi seperti pasar tradisional. Artikel ini menelaah akar masalah (kebiasaan pedagang & pengunjung, infrastruktur pengumpulan, kapasitas TPS/TPS3R, ketidakjelasan tanggung jawab), membandingkan praktik pengelolaan yang berhasil, dan merumuskan rekomendasi teknis dan kelembagaan yang bisa diterapkan di Kotagede. Beberapa temuan dan rekomendasi didukung oleh publikasi BPS DIY, laporan dinas/kecamatan, serta kajian akademik dan lokal.
Sampah Pasar Tradisional Kotagede.webp

Latar Belakang...​

 

Embung Desa Kembali Dihidupkan, Warga Jogja Siapkan Cadangan Air Bersih

Revitalisasi embung (tampungan air permukaan skala desa) muncul kembali sebagai jawaban lokal terhadap tekanan ketersediaan air bersih dan ketahanan pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Program pembangunan dan perawatan embung didorong oleh inisiatif Kementerian PUPR, peran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta kolaborasi akademik-masyarakat. Data BPS menunjukkan mayoritas rumah tangga di DIY sudah memiliki akses terhadap sumber air minum layak, tetapi ketidakmerataan spasial dan risiko kekeringan musim kemarau tetap menjadi ancaman bagi desa-desa tertentu. Embung dapat berfungsi multifungsi: cadangan air baku, penopang irigasi, konservasi air tanah, dan potensi pariwisata desa. Namun fungsi itu menuntut desain teknis, pengelolaan berbasis masyarakat, dan perawatan jangka panjang agar tidak mangkrak. Bukti dari proyek revitalisasi UGM dan program PUPR menunjukkan intervensi teknis seperti pemasangan geomembran dan jaringan long-storage efektif meningkatkan ketersediaan...
 

Di Balik Aktivitas Pemulung Kreatif Jogja, Ada Gerakan Lingkungan Berbasis Sosial

Di Yogyakarta, aktivitas pemulung bukan sekadar urusan pemenuhan kebutuhan ekonomi individual: ia telah berkembang menjadi ruang inovasi sosial-ekonomi dan gerakan lingkungan berbasis komunitas. Dari keberadaan sekolah gratis untuk anak-anak pemulung, bank sampah kota, hingga transformasi beberapa kelompok pemulung menjadi pengelola sampah terintegrasi, fenomena ini menunjukkan dinamika adaptasi yang menggabungkan kepentingan lingkungan, ketahanan sosial, dan kewirausahaan lokal. Studi nasional memberi gambaran bahwa pekerja informal sektor sampah memiliki peranan besar dalam rantai nilai daur ulang di Indonesia — sebuah fakta yang harus diakui dalam perumusan kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Dibalik kegiatan pemulung.webp

Siapa pemulung — definisi, karakter dan konteks Jogja​

Pemulung, dalam literatur sosial dan studi pengelolaan sampah, merujuk pada kelompok pekerja informal yang mengumpulkan, memilah, dan menjual bahan-sisa yang dapat diperdagangkan (plastik, kertas...
 

Mengungkap Potensi Sungai Oya sebagai Destinasi Edukasi Lingkungan di Gunungkidul

Sungai Oya (sering disebut Sungai Oyo) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki kombinasi unik: lanskap karst yang dramatis, aliran sungai yang relatif jelas di beberapa segmen, dan aktivitas ekowisata populer seperti river tubing dan body rafting. Kombinasi ini menjadikan Oya berpotensi kuat sebagai destinasi edukasi lingkungan yang menggabungkan pengalaman lapangan bagi pelajar, penelitian pemantauan kualitas air, serta pemberdayaan masyarakat lokal melalui pariwisata berkelanjutan. Namun, potensi ini perlu ditopang data kualitas air, manajemen resiko keselamatan, konservasi ekosistem riparian, serta tata kelola yang inklusif agar pembangunan destinasinya tidak mengorbankan kelestarian.


Latar belakang: Sungai Oya dan posisi geografisnya​

Sungai Oya merupakan salah satu sungai yang mengalir di wilayah Yogyakarta dengan hulu di lereng perbukitan karst dan membelah formasi batu kapur yang menjadi ciri khas Gunungkidul. Panjang aliran dan morfologi...
 

Bentrok dengan PT MAI Memanas, Warga Minta Prabowo Cabut Izin Tambang

Simon Eljunai Burnama, Warga Lingkar Tambang


Ketegangan kembali memuncak antara masyarakat dan PT Mining Abadi Indonesia (MAI). Konsorsium Lingkar Tambang Lagae Cekel mengeluarkan ultimatum agar perusahaan tersebut meninggalkan Bumi Fagogoru dalam waktu 1x24 jam.

Ultimatum ini disampaikan menyusul dugaan aksi perusakan kendaraan milik warga yang diduga dilakukan oleh oknum dari pihak perusahaan. Melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo dan Kapolri, konsorsium menegaskan bahwa insiden ini dinilai sebagai pelanggaran hukum sekaligus bentuk penghinaan terhadap masyarakat.

“Kami mengutuk keras tindakan PT MAI. Bumi Fagogoru bukan tempat bagi perusahaan yang arogan dan merusak hak rakyat,” bunyi pernyataan resmi Konsorsium Lingkar Tambang, Senin (13/10/2025).

Simon Eljunai Burnama, Direktur Konsorsium Lagae Cekel, juga mendesak Kapolri untuk mengevaluasi kinerja aparat keamanan di area operasi PT MAI di Kabupaten Halmahera Tengah. Ia menekankan bahwa tugas aparat seharusnya melindungi masyarakat...
 

Model Jas Hujan Pria & Wanita Terbaru Kekinian Lengkap dengan Harganya

Musim hujan tidak boleh menjadi alasan terbatasnya aktivitas, utamanya untuk kalian yang punya banyak aktivitas di luar rumah. Supaya aktivitas di luar rumah tak terbatas dan tetap lancar di musim hujan, jas hujan sangat penting dimiliki. Model jas hujan pria & model jas hujan wanita semakin banyak di pasaran.
1000221601.webp
Kalian bisa pilih mana jas hujan terbaik yang cocok dengan kebutuhan dan bahkan karakter kalian. Harganya pun sangat variatif tergantung model dan merek jas tersebut. Berikut kami ulas beberapa model jas hujan pria dan wanita terbaru kekinian yang recommended banget dipakai di musim hujan seperti sekarang, yuk simak!
1000221602.webp

Model Jas Hujan Pria & Wanita Terbaru Kekinian

1.Jas hujan ponco
Secara umum, jas hujan ponco terbuat dari beberapa kategori bahan yakni bahan PVC (polyvinyl chloride), poliester, atau EVA, dan taslan.

Jas hujan dengan bahan PVC (polyvinyl...
 

Cara Mengatasi Dak Rumah Bocor Waktu Musim Hujan Pakai 6 Langkah Ini!

Di musim penghujan, kebocoran rumah menjadi sebuah masalah lumrah yang sangat sering terjadi. Tak hanya pada area dinding dan genteng, dak rumah seringkali turut menjadi area yang bocor di musim hujan. Lantas, adakah cara mengatasi dak rumah bocor di musim hujan?
Cara Mengatasi Dak Rumah Bocor Waktu Musim Hujan Pakai 6 Langkah Ini!.webp
Ada beberapa tips dan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah dak rumah bocor di musim penghujan. Berikut informasinya!
Cara Mengatasi Dak Rumah Bocor Waktu Musim Hujan
1.Cek kondisi kebocoran dan rembesannya
Sebelum proses perbaikan dilakukan pada area dak rumah yang bocor, baiknya cek dulu kondisi kebocoran atau kondisi rembesan pada dak. Temukan area atau titik yang mengakibatkan dak rembes dan fokuslah perbaikan pada area tersebut.

Cara mengecek kondisi rembesan atau kebocoran dak seperti apa?
Untuk mengecek kondisi rembesan atau kebocoran pada dak, bisa dilakukan dengan cara menuangkan air di dak...
 

8 Persiapan Musim Hujan di Jogja yang Wajib Diketahui

Musim hujan telah tiba. Di Indonesia, musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai dengan Maret. Namun biasanya, intensitas tertinggi curah hujan terjadi di bulan Desember sampai dengan Februari. Lantas, apa saja persiapan musim hujan di Jogja yang diperlukan kalau kalian merupakan warga Jogja?
1715781247270.jpeg
Pada kesempatan kali ini, kami akan membahasnya. Berikut beberapa list persiapan musim hujan di Jogja yang kalian wajib ketahui dan catat, cek ya!

Persiapan Musim Hujan di Jogja Wajib Diketahui

Payung atau jas hujan

Pada musim hujan, kapan datangnya waktu hujan tak mungkin bisa diprediksi. Oleh sebab itu, kemana pun kalian pergi wajib hukumnya membawa payung atau jas hujan.

Bawa payung untuk bepergian jarak dekat, dan bawa jas hujan untuk bepergian jauh. Atau kalau kalian pergi membawa mobil, pastikan payung sudah ada di dalam mobil supaya kalau akan turun dari mobil tidak...
 

Alternatif Kemasan Makanan Selain Plastik, Untuk Solusi Berkelanjutan

Dalam era kesadaran lingkungan yang semakin meningkat, bisnis di berbagai sektor sedang mencari cara untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Beberapa langkah antispatif mulai dilakukan diantaranya adalah pengurangan penggunaan plastik dalam kemasan makanan. Plastik telah lama menjadi bahan kemasan yang dominan, tetapi dampaknya terhadap lingkungan sangat merugikan. Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi berbagai Alternatif Kemasan Makanan Selain Plastik yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
1713845303533.jpeg

Dampak Buruk Plastik pada Lingkungan

Seiring berjalannya waktu penggunaan plastik seolah tak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan berlebihan plastik, terutama dalam kemasan makanan sekali pakai, telah menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Plastik sulit terurai dan cenderung berakhir di lautan, menyebabkan pencemaran air dan ancaman terhadap...
 

Jogja Darurat Sampah, Gawat Banget! Bagaimana Penanganannya?

Masalah sampah sepertinya memang menjadi suatu masalah pelik di berbagai kota yang ada di Indonesia, termasuk Jogja. Yaps, saat ini Jogja darurat sampah. Masalah sampah di Jogja bahkan dinilai mengkhawatirkan.
1704931968527.png

Meski begitu, Nur Azizah, S.IP, M.Sc, seorang ahli politik UGM dalam sesi diskusi berjudul “Piyungan Penuh, Masyarakat Gaduh” menyampaikan bahwa dirinya menyayangkan kegaduhan masalah sampah yang baru muncul sekarang. Padahal masalah tersebut sudah sejak lama ada dan butuh penanganan yang tepat.
1704931937582.png

Karena itu, menurutnya, PR terbesar pemerintah Jogja beserta warga saat ini adalah bagaimana mengatasi masalah sampah di Jogja yang menggunung itu. Seperti apa penyelesaiannya?

Jogja Darurat Sampah : Misi Penanganan yang Diperlukan

Mengenai tata kelola sampah, sudah ada regulasi tentang pengelolaan sampah yang diatur dalam Undang...
 

Hujan Semalaman, 19 Kejadian Bencana Terjadi di Yogyakarta

Hujan Semalaman, 19 Kejadian Bencana Terjadi di Yogyakarta(republika.co.id).jpg

Sejak Rabu (10/11/2021) malam hujan terus mengguyur sebagian besar wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Akibatnya, sederet bencana terjadi di Yogyakarta. Catatan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Yogyakarta menyebutkan terdapat 19 kejadian bencana.

Seluruh kejadian tersebut tersebar di berbagai wilayah DIY. Akan tetapi yang paling banyak terjadi adalah di daerah Gunungkidul, tercatat ada 11 kejadian.

Bencana Terjadi di Yogyakarta Akibat Curah Hujan Tinggi

Lilik Andi Aryanto, Kepala BPBD DIY mengatakan jika berdasarkan laporan keadaan dampak hidrometeorologi di sejumlah wilayah DIY merata di seluruh kabupaten kota. Kemudian beberapa dampak yang terjadi adalah pohon tumbang hingga tanah longsor.

Kejadian bencana terjadi di Yogyakarta paling tertinggi di wilayah Gunungkidul, yakni sebanyak 11 kejadian. 9 titik tanah longsor, menyebabkan 5 talut ambrol dan 1 titik saluran irigasi. Kemudian 1 bangunan roboh dan 1 titik jaringan listrik...
 

Dampak yang Terjadi Akibat Munculnya La Nina di Jogja, Berikut Kata BMKG

14. Dampak yang Terjadi Akibat Munculnya La Nina di Jogja, Berikut Kata BMKG (pixabay).jpg

Dampak munculnya La Nina di Jogja. Fenomena satu ini sering kali disangkutpautkan dengan bencana hidrometeorologi dan berpengaruh cukup besar bagi Indonesia. Saat ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menghimbau agar masyarakat siap dengan gangguan fenomena La Nina.

Hasil analisis BMKG pada akhir tahun 2020 sampai awal tahun 2021, iklim global dihadapkan dengan gangguan cuaca akibat La Nina. BMKG melakukan pemantauan terhadap indikator laut dan atmosfer pada Samudra Pasifik.

Dampak Munculnya La Nina di Jogja, Berikut Kata BMKG

Hasilnya menunjukan suhu permukaan laut pada ekuator bagian tengah dan timur pada kondisi mendingin -0.5 sampai -1.5 derajat Celcius. Hal ini terjadi dalam kurun waktu 3 bulan berturut-turut dengan penguatan angin pasat.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan fenomena La Nina ini sebenarnya sudah lama diketahui dan akan berdampak bagi iklim global. Untuk itu berikut ini dampak munculnya La Nina di Jogja...
 

Musim Hujan Tiba, Sejumlah Tempat Wisata Sleman Antisipasi Bencana!

Potensi terjadinya bencana alam Hidrometeorologi longsor, banjir, angin kencang dan pohon tumbang harus diwaspadai dengan kesiapsiagaan. Terutama di sejumlah tempat wisata Sleman, maka semua pengelola dan pihak terkait harus siap siaga sejak dini.

Terkait hal itu, maka Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman telah mengeluarkan SE (Surat Edaran) menindaklanjuti adanya bencana tersebut. Isi dari SE tersebut adalah meminta agar semua pengelola destinasi wisata segera meningkatkan kewaspadaannya.

8. Musim Hujan Tiba, Sejumlah Tempat Wisata Sleman Antisipasi Bencana! (news.okezone.com).webp


Tempat Wisata Sleman Ini Mulai Hadapi Hidrometeorologi dengan Membuat SE

Kini negara Indonesia telah memasuki musim penghujan lagi, itu artinya intensitas hujan sudah mulai meninggi. Potensi terjadinya bencana Hidrometeorologi seperti pohon tumbang, tanah longsor dan angin diakibatkan oleh cuaca ekstrim.
Sehingga kesiapsiagaan harus segera diberlakukan bagi semua pengelola destinasi wisata, terutama di kabupaten Sleman.

Terkait hal itu, maka Dinas Pariwisata Sleman meminta...
 

Pakar BPPT: Waspadai Tsunami 20 Meter di Pantai Cilacap hingga Jawa Timur

Prediksi gempa megathrust dengan Magnitudo 8,8 di selatan Pulau Jawa bisa memicu terjadinya gelombang tsunami mulai Cilacap hingga Jawa Timur.
Gelombang tsunami tersebut memiliki potensi ketinggian 20 meter dengan jarak rendaman sekitar 3-4 km. Gelombang tsunami akan tiba dalam waktu sekitar 30 menit usai terjadi gempa besar.

Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko mengatakan, berdasarkan permodelan, gempa megathrust dengan magnitudo 8,8 berpotensi terjadi di selatan Pulau Jawa. Gempa itu bisa menyebabkan timbulnya gelombang tsunami dengan ketinggian 20 meter di sepanjang pantai tersebut.
Ada segmen-segmen megathrust di sepanjang selatan Jawa hingga ke Sumba di sisi timur dan di selatan Selat Sunda. Akibatnya, ada potensi gempa megathrust dengan magnitudo 8,5 hingga 8,8 .

Dia menyebutkan, daerah yang berpotensi terkena dampak gelombang tsunami jika terjadi gempa megathrust di selatan Jawa khususnya di selatan DIY cukup panjang yaitu, dari...
 

kesadaran Setiap Masyarakat untuk Menjaga Lingkungan yg Bersih dan Sehat

Pagi ini dari Taman Pintar, saya duduk di pedestrian jalan Margamulya di samping kantor pos sambil menikmati snack tapi....walah... tercium bau tak sedap banget Asalnya tentu dari sampah yang dibuang sembarangan dan dari bolongan pembuangan air hujan dekat pot tanaman pinggir jalan. Sekitar kursi-kursi bau pesing. Jogja makin diperindah namun masyarakat belum kompak dalam menerapkan kedisiplinan dalam membuang sampah pada tempatnya. Mari sama2 kita saling mengingatkan budaya hidup bersih dan mengajarkan kepada generasi kita. Intinya, perlu kesadaran setiap masyarakat untuk menjaga lingkungan yg bersih dan sehat. Selama tidak ada reformasi mental dan pendidikan ya memang sangat susah ya Terimakasih

1562945523641.webp
 
Back
Atas.