Seni, Budaya dan Sejarah

Diskusi dan informasi tentang seni, budaya, dan sejarah

Sejarah Berdirinya Tugu Jogja dan Maknanya bagi Warga Lokal

Sejarah Berdirinya Tugu Jogja.webp

Bagi siapa pun yang pernah menginjakkan kaki di Yogyakarta, Tugu Jogja adalah salah satu ikon yang paling mudah dikenali. Letaknya yang strategis di pertemuan jalan utama menjadikannya bukan sekadar penanda geografis, tetapi juga simbol budaya, sejarah, dan identitas kota. Sejarah berdirinya Tugu Jogja tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang Kesultanan Yogyakarta dan hubungan erat antara penguasa, rakyat, serta nilai-nilai spiritual yang hidup hingga kini.

Bagi warga lokal, Tugu Jogja bukan hanya bangunan tua yang berdiri kokoh di tengah kota. Ia adalah saksi bisu perubahan zaman, tempat berkumpulnya memori kolektif, serta simbol persatuan antara raja dan rakyat. Memahami sejarah berdirinya Tugu Jogja berarti memahami jiwa Yogyakarta itu sendiri.

Tugu Jogja Sebagai Simbol Ruang dan Arah Kota​

Sejak awal, Yogyakarta dirancang dengan filosofi tata ruang yang sarat makna. Tugu Jogja berada pada satu garis imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Keraton...
 

Daftar Candi Tersembunyi di Sekitar Prambanan yang Jarang Dikunjungi

Daftar Candi Tersembunyi di Sekitar Prambanan.webp

Yogyakarta dan sekitarnya dikenal kaya akan situs sejarah, terutama candi-candi peninggalan Hindu dan Buddha. Prambanan memang menjadi primadona wisata sejarah dengan kemegahannya, tetapi di sekitar kawasan ini terdapat sejumlah candi tersembunyi di sekitar Prambanan yang jarang diketahui wisatawan. Keberadaan candi-candi ini menawarkan pengalaman berbeda bagi pecinta sejarah, budaya, dan arsitektur kuno, jauh dari keramaian turis yang padat.

Menjelajahi candi-candi ini tidak hanya memberi perspektif baru tentang sejarah Jawa Tengah, tetapi juga menghadirkan suasana yang lebih tenang dan asri. Beberapa candi tersembunyi di sekitar Prambanan masih jarang disentuh pengunjung, sehingga sering kali menjadi lokasi ideal untuk penelitian, fotografi, maupun sekadar menikmati keindahan arsitektur kuno.

Sejarah Umum Candi di Sekitar Prambanan​

Prambanan dibangun sekitar abad ke-9 sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia. Kawasan sekitarnya menjadi pusat kegiatan religius...
 

Seni Pertunjukan Kampung di Jogja yang Bertahan Tanpa Panggung dan Sponsor

Di sudut-sudut kampung Yogyakarta, di bawah atap gubuk, di tepi gang, atau di halaman rumah tetangga, seni pertunjukan tradisional masih hidup dan bertahan meski tanpa panggung megah dan sponsor berlabel. Dari ketoprak tobong yang berpindah-pindah, srandul yang penuh sindiran, hingga wayang jalanan yang merangkul penonton lintas usia, wajah seni rakyat Jogja menunjukkan fleksibilitas, akar komunitas, dan kreativitas bertahan hidup yang layak dicermati. Artikel ini menggali bagaimana praktik-praktik lokal itu terus ada: modal sosial, pola pendanaan informal, adaptasi bentuk, dan peran dinas dan komunitas. Selain riset literatur dan laporan berita, narasi ini juga merangkum wawasan praktis tentang mengapa seni kampung tetap relevan di era digital dan bagaimana pembaca (penyelenggara lokal atau penulis media) bisa membantu memfasilitasi kelangsungan hidupnya.
1.webp

Kesenian kampung: bukan sekadar hiburan, tapi ruang sosial​

Kesenian kampung di Jogja seperti ketoprak...
 

Potro Site di Sleman: Mengungkap Misteri Situs Arkeologi & Perannya dalam Budaya Lokal Jogja

Di lereng utara Yogyakarta, tepatnya di wilayah Sleman yang selama ini dikenal sebagai penyangga kawasan Merapi, tersimpan jejak-jejak peradaban lama yang sering luput dari perhatian publik. Di antara sawah, kebun, dan permukiman warga, terdapat sebuah situs arkeologi kecil bernama Situs Potro. Meski skalanya tidak sebesar candi-candi terkenal di Jawa Tengah, keberadaan situs ini justru menyimpan daya tarik tersendiri karena menyatukan sejarah kuno, praktik budaya lokal, dan kehidupan masyarakat masa kini dalam satu ruang yang sama.

Situs Potro terletak di Padukuhan Potro, Kalurahan Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Warga setempat lebih mengenalnya dengan sebutan Pancuran Buto Potro. Nama ini tidak muncul tanpa alasan. Di lokasi tersebut terdapat sebuah pancuran batu berukir wajah menyeramkan yang oleh masyarakat diasosiasikan dengan sosok buto atau raksasa dalam tradisi Jawa. Dari mulut pahatan batu itulah air terus mengalir hingga kini, dimanfaatkan sebagai...
 

Ruang Publik Berbasis Budaya di Jogja Menyusut: Ke Mana Seniman Lokal Menampilkan Karyanya Sekarang?

Jogja kerap dipahami sebagai kota yang hidup dari seni dan budaya. Di sudut-sudutnya, seni pernah tumbuh dengan cara yang sangat alami: di pendapa kampung, di halaman rumah seniman, di taman kota, hingga di gedung-gedung kesenian milik pemerintah. Namun dalam beberapa tahun terakhir, muncul kegelisahan yang makin sering dibicarakan di kalangan pelaku seni: ruang publik berbasis budaya terasa makin sempit. Bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial, ekonomi, dan kebijakan. Pertanyaannya kemudian bergeser jika ruang-ruang itu menyusut, ke mana seniman lokal Jogja menampilkan karyanya sekarang?

Pertanyaan ini tidak sesederhana mencari gedung yang tutup atau panggung yang hilang. Penyusutan ruang budaya di Jogja terjadi secara perlahan, nyaris senyap, dan sering kali tersamarkan oleh geliat festival besar atau agenda kebudayaan resmi yang tetap berjalan. Di permukaan, kota ini masih tampak sibuk dengan pameran seni rupa, pertunjukan musik, dan agenda pariwisata budaya. Namun...
 

Sanggar Seni Kampung di Jogja Mulai Sepi Murid: Seniman Lokal Bertahan di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda

Di sebuah balai kecil di pinggiran Kota Yogyakarta, bunyi kendang dan gamelan yang dulu memenuhi ruangan kini hanya terdengar sporadis saat ada latihan untuk acara tertentu atau workshop yang digelar berbarengan dengan pasar seni. Pemilik sanggar, seorang seniman paruh baya, mengangkat bahu ketika ditanya soal jumlah murid. “Dulu setiap sore anak-anak berdatangan. Sekarang yang datang hanya beberapa,” katanya.

Fenomena penurunan jumlah murid di sanggar-sanggar kampung bukan cerita tunggal. Di Yogyakarta, kota yang selama ini dijuluki pusat kebudayaan, sejumlah sanggar tradisional, tari, dan karawitan melaporkan kesulitan menarik peserta baru, terutama di kalangan remaja dan anak muda. Data daftar sanggar yang dikelola Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta memperlihatkan banyak sanggar aktif tapi dengan variasi jumlah peserta beberapa tetap ramai, tapi banyak yang bergelut menjaga eksistensi program mereka.
1.webp

Mengapa Sanggar Sepi? Lima Akar Penyebab​

Fenomena ini...
 

Kesenian Kampung Jogja Kehilangan Regenerasi: Pentas Masih Ada, Penontonnya yang Berubah

Di gang-gang berdebu kota kecil ini, suara gamelan masih bergaung, sarung dan kebaya masih muncul di panggung, dan lampu minyak kadang menyorot wajah-wajah yang telah lama mengenal lakon-lakon yang sama. Namun, di balik kelangsungan pagelaran itu, ada penanda halus: kursi-kursi yang dulu penuh oleh generasi penerus kini sering diisi oleh wisatawan, penikmat seni kontemporer, atau penonton berusia menengah bukan lagi anak muda tetangga yang tumbuh bersama ritme gamelan. Fenomena ini bukan sekadar soal jumlah penonton; ini soal bagaimana regenerasi proses pewarisan, pembelajaran, dan keterikatan emosional kepada kebudayaan perlahan bergeser bentuknya di Yogyakarta.
1.webp
Artikel ini mengumpulkan temuan dari observasi lapangan, pernyataan penyelenggara festival, laporan dinas kebudayaan, dan riset komunitas untuk menelusuri: apa yang berubah pada penonton kesenian kampung; mengapa regenerasi tradisi terasa tertunda; dan upaya apa saja yang sedang dilakukan untuk menjaga...
 

Planetarium Jakarta Resmi Buka Kembali, Ini Cara Pesan Tiket dan Akses Transportasi Umum

Planetarium Jakarta.webp

Kabar baik bagi pecinta astronomi dan wisata edukasi. Teater Bintang Planetarium Jakarta resmi kembali beroperasi penuh mulai Kamis, 25 Desember 2025, bertepatan dengan momentum libur Natal dan akhir tahun. Pembukaan kembali ini disambut antusias masyarakat yang sejak lama menantikan aktivitas edukatif di pusat sains legendaris tersebut.

Antusiasme publik terlihat dari tingginya minat kunjungan sejak pengumuman dibuka kembali disampaikan pengelola. Kondisi ini membuat calon pengunjung perlu memahami secara detail cara pesan tiket Planetarium Jakarta agar tidak kehabisan kuota pertunjukan yang jumlahnya terbatas di setiap sesi.

Planetarium Jakarta sendiri berada di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, dan menjadi salah satu destinasi edukasi astronomi yang memiliki nilai historis sekaligus fungsi pembelajaran bagi pelajar dan masyarakat umum.

Sistem Tiket Planetarium Jakarta Kini Sepenuhnya Online​

Seiring dibukanya kembali layanan, pengelola...
 

Perbedaan Motif Batik Solo dan Yogyakarta yang Jarang Diketahui

Perbedaan Motif Batik Solo dan Yogyakarta.webp

Perbedaan motif batik Solo dan Yogyakarta sering kali dianggap sepele oleh masyarakat awam. Banyak orang mengira batik dari kedua daerah ini memiliki corak yang hampir sama karena sama-sama berasal dari budaya Jawa. Padahal, jika diperhatikan lebih dalam, terdapat perbedaan yang cukup mendasar dari segi filosofi, warna, pola, hingga latar sejarah yang membentuk karakter batik masing-masing daerah. Memahami perbedaan motif batik Solo dan Yogyakarta bukan hanya menambah wawasan budaya, tetapi juga membantu dalam menghargai nilai seni dan makna di balik setiap lembar kain batik.

Batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan media ekspresi nilai-nilai kehidupan masyarakat Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Solo dan Yogyakarta sebagai dua pusat budaya Jawa memiliki perjalanan sejarah yang berbeda setelah perpecahan Kerajaan Mataram. Peristiwa ini turut memengaruhi perkembangan batik di kedua wilayah tersebut hingga melahirkan ciri khas yang unik dan khas.

Sejarah...​

 

Tradisi Lisan Jogja Terancam Hilang: Generasi Muda Mulai Tak Kenal Cerita Kampungnya

Di sebuah balai kampung di pinggiran Yogyakarta, kursi kayu berjajar menunggu. Dulu, pada malam bulan purnama atau saat panen, warga berkumpul, sesepuh memulai cerita tentang pangeran, legenda keramat, atau asal-usul nama dusun. Kini, derap langkah itu meredup. Anak-anak lebih akrab dengan layar ponsel ketimbang teladan lisan para tetua dan cerita-cerita kampung itu semakin sulit ditemukan. Fenomena ini bukan sekadar kehilangan hiburan: tradisi lisan membawa sejarah lokal, norma sosial, dan memori kolektif yang sulit digantikan.

Apa yang dimaksud tradisi lisan?​

Tradisi lisan mencakup cerita rakyat, legenda, mitos, sejarah lisan, teka-teki, peribahasa, hingga nyanyian tradisional yang diwariskan secara turun-temurun melalui tutur dan pertunjukan. Di Yogyakarta, bentuk-bentuk ini beragam dari kisah Keraton dan legenda laut selatan hingga dongeng-dongeng kampung yang mengajarkan norma sosial. Definisi dan ruang lingkupnya didokumentasikan dalam kajian akademis dan arsip lembaga...
 

Festival Film Dokumenter Jogja 2026: Tren Kreativitas dan Liputan Peran Komunitas Lokal

Festival Film Dokumenter di Yogyakarta sering disingkat FFD bukan lagi sekadar acara tahunan untuk menonton film. Sejak pertama kali digelar pada awal 2000-an, festival ini tumbuh menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, melatih sutradara muda, dan memperlihatkan bagaimana dokumenter dapat menjadi alat literasi publik yang kuat. Menjelang atau selama gelaran 2026, ada sejumlah tren kreatif dan praktik peliputan yang patut dicatat: kolaborasi komunitas lokal, adaptasi format hybrid (on-line + pemutaran langsung), strategi narratif micro-documentary, dan meningkatnya peran inkubator serta ruang-ruang non-formal dalam pengembangan produksi dokumenter. Sumber-sumber resmi festival menegaskan peran FFD sebagai pusat ekosistem dokumenter di Jogja dengan program pemutaran, lokakarya, dan arsip yang semakin aktif.
Festival Film Dokumenter Jogja 2026 Tren Kreativitas dan Liputan Peran Komunitas Lokal 1.webp

Dari arsip ke aksi: evolusi FFD sebagai ekosistem dokumenter​

Festival Film Dokumenter Yogyakarta lahir dari kebutuhan kolektif pegiat untuk memberi...
 

Wisata Sejarah dan Budaya di Kawasan Kotagede, Jejak Awal Peradaban Mataram

Kawasan Kotagede.webp

Wisata sejarah dan budaya di kawasan Kotagede menjadi salah satu daya tarik utama Yogyakarta yang tidak pernah kehilangan pesonanya. Kawasan ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan saksi hidup perjalanan panjang sejarah Kerajaan Mataram Islam. Berjalan kaki menyusuri gang-gang sempit Kotagede serasa membawa pengunjung kembali ke masa lampau, ketika wilayah ini menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, dan kebudayaan Jawa.

Hingga kini, wisata sejarah dan budaya di kawasan Kotagede tetap terjaga melalui bangunan kuno, tradisi masyarakat, hingga aktivitas budaya yang masih dijalankan secara turun-temurun. Inilah yang membuat Kotagede berbeda dari kawasan wisata lain di Yogyakarta.

Kotagede sebagai Titik Awal Sejarah Mataram Islam​

Kotagede dikenal sebagai ibu kota pertama Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16. Dari sinilah kekuasaan Mataram berkembang hingga mencakup wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Nilai historis inilah yang menjadi fondasi utama wisata sejarah...
 

Komunitas Kreatif Jogja Bersiap Sambut Tahun Baru: Kolaborasi Lokal dan Arah Baru Ekonomi Kreatif Kota

Menjelang pergantian tahun, Yogyakarta selalu mengalami dinamika yang khas. Jika kota-kota besar lain identik dengan pesta kembang api dan hiburan komersial berskala besar, Jogja justru kerap menampilkan wajah yang lebih membumi. Di berbagai sudut kota, komunitas kreatif sibuk mempersiapkan agenda alternatif: pameran seni independen, pertunjukan musik kolektif, diskusi publik, hingga festival kecil berbasis kampung.

Fenomena ini bukan hal baru, tetapi menjelang tahun baru, intensitasnya meningkat tajam. Komunitas-komunitas kreatif memanfaatkan momentum akhir tahun sebagai ruang refleksi sekaligus perayaan. Tahun baru tidak semata dimaknai sebagai hitung mundur waktu, melainkan sebagai penanda arah baru bagi praktik kreatif dan kehidupan kota.

Di Jogja, energi ini tumbuh dari bawah, dari komunitas, bukan dari industri besar.
Komunitas Kreatif Jogja Bersiap Sambut Tahun Baru Kolaborasi Lokal dan Arah Baru Ekonomi Krea...webp

Jogja dan Ekosistem Kreatif yang Tumbuh Organik​

Sebagai kota budaya dan pendidikan, Yogyakarta memiliki ekosistem kreatif yang relatif...
 

Sedekah Budaya Malioboro: Upaya Merawat Identitas Jogja di Tengah Arus Modernisasi

Bagi Yogyakarta, Malioboro bukan sekadar ruas jalan. Ia adalah ruang simbolik yang merepresentasikan identitas kota, ingatan kolektif, dan denyut kehidupan sosial warga. Di kawasan inilah berbagai lapisan masyarakat bertemu: pedagang, wisatawan, seniman jalanan, pelajar, hingga warga lokal yang sekadar berjalan kaki menikmati suasana kota.

Di tengah perubahan wajah kota yang semakin modern, muncul kesadaran bahwa Malioboro tidak boleh kehilangan ruh budayanya. Dari kesadaran inilah Sedekah Budaya Malioboro hadir sebuah ritual kultural yang bertujuan merawat ingatan, nilai, dan identitas Jogja agar tidak tergerus arus zaman.

Sedekah Budaya bukan sekadar seremoni. Ia adalah pesan simbolik bahwa modernisasi tidak harus memutus hubungan kota dengan akar budayanya.
Sedekah Budaya Malioboro Upaya Merawat Identitas Jogja di Tengah Arus Modernisasi 1.webp

Makna Sedekah Budaya dalam Tradisi Jawa​

Dalam tradisi Jawa, sedekah budaya memiliki makna yang dalam. Ia merupakan bentuk ungkapan rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, serta permohonan agar...
 

Festival UFO Jogja 2025: Daya Tarik Wisata Sains, Budaya Pop, dan Kreativitas Anak Muda

Yogyakarta sejak lama dikenal sebagai kota yang ramah terhadap ide-ide alternatif. Di kota ini, diskusi tentang budaya, seni, filsafat, hingga sains dapat berlangsung berdampingan tanpa sekat yang kaku. Ruang publik, kampus, hingga kafe sering menjadi tempat bertemunya pemikiran akademik dengan imajinasi kreatif. Dalam konteks inilah Festival UFO Jogja 2025 hadir dan menemukan relevansinya.

Festival ini menjadi peristiwa yang unik karena mengangkat tema yang jarang disentuh dalam agenda wisata atau kebudayaan arus utama, yakni fenomena UFO atau benda terbang tak teridentifikasi. Namun alih-alih membingkai isu ini sebagai sensasi atau teori konspirasi, penyelenggara memilih pendekatan edukatif, kritis, dan berbasis sains.

Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya hoaks, festival ini menawarkan ruang dialog yang sehat. Jogja kembali menunjukkan identitasnya sebagai kota yang tidak alergi pada topik kompleks, selama dibahas dengan cara terbuka dan bertanggung jawab...
 

Festival Kriya Digital Jogja: Pameran Batik dan Kerajinan di Ruang Virtual

Kota Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kreativitas dengan digelarnya Festival Kriya Digital Jogja. Ajang ini menghadirkan pameran batik dan kerajinan tradisional dalam format ruang virtual, mempertemukan warisan budaya dengan teknologi digital. Melalui pendekatan ini, kriya tidak hanya dipamerkan sebagai artefak budaya, tetapi juga sebagai karya hidup yang beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Festival ini menjadi respons atas perubahan pola konsumsi dan apresiasi masyarakat terhadap seni dan kerajinan. Di tengah meningkatnya penggunaan platform digital, ruang virtual dipilih sebagai medium baru untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi muda dan masyarakat global.
Festival Kriya Digital Jogja Pameran Batik dan Kerajinan di Ruang Virtual 1.webp


Latar Belakang Lahirnya Festival Kriya Digital​

Gagasan Festival Kriya Digital Jogja berangkat dari kebutuhan untuk memperluas akses pasar dan apresiasi terhadap kriya lokal. Selama ini, pameran kerajinan cenderung terbatas pada ruang fisik dan waktu...
 

Asal Usul Nama Gudeg Jogja dan Cara Memasaknya yang Otentik

Asal Usul Nama Gudeg Jogja.webp

Asal usul nama Gudeg Jogja selalu menjadi topik menarik bagi pecinta kuliner tradisional Indonesia. Gudeg bukan sekadar makanan khas Yogyakarta, tetapi juga simbol budaya, sejarah, dan identitas masyarakat Jawa. Di balik rasanya yang manis dan teksturnya yang khas, tersimpan cerita panjang tentang bagaimana makanan ini lahir, berkembang, dan bertahan hingga menjadi ikon kuliner nasional.

Dalam artikel ini, pembahasan akan mengulas secara mendalam tentang asal usul nama Gudeg Jogja, latar belakang sejarahnya, filosofi di balik proses memasak, hingga cara memasaknya secara tradisional yang masih dipertahankan sampai sekarang. Dengan memahami ceritanya, anda tidak hanya mengenal gudeg sebagai hidangan, tetapi juga sebagai warisan budaya yang hidup.

Latar Belakang Munculnya Gudeg di Yogyakarta​

Yogyakarta dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa yang kuat memegang tradisi. Gudeg diyakini telah ada sejak ratusan tahun lalu, seiring berkembangnya wilayah Mataram Islam...
 

“Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi", Sebuah Film Garapan Hanung Bramantyo Yang Terinspirasi Dari Peristiwa 30 September 65

Jogja-Film “Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi” adalah film besutan Hanung Bramantyo yang terinspirasi dari berbagai cerita rakyat serta teori yang beredar seputar peristiwa Gerakan 30 September 1965. Film ini akan tayang perdana di Rotterdam Film Festival, tahun 2026.

‎"Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi” yang bernuansa horor misteri ini dibahas dalam workshop dan talkshow film tersebut di AMIKOM Yogyakarta, Senin, 1 Desember 2025. Selain sutradara, sejumlah pemain film tersebut juga hadir di acara menyemarakkan suasana.

‎Hanung Bramantyo menjelaskan, ada dua kejadian yang dianggap horor dalam sejarah di Indonesia. Yang pertama adalah tahun 1965, di mana terjadi pembantaian lebih dari 1 juta orang hanya karena dituduh komunis. Yang kedua adalah peristiwa Mei 1998, di mana terjadi banyak penculikan warga, dan terjadi pemerkosaan massal yang dialami wanita suku Tionghoa.

‎“Keduanya tidak pernah terinterpretasikan dengan baik,” ujar Hanung.

‎Ia ingin menghadirkan situasi horor itu...
 

Lampiran

  • 1765146602-picsay.webp
    1765146602-picsay.webp
    39,4 KB · Dilihat: 4

Surga Kerajinan Kulit di Malioboro yang Wajib Dikunjungi

Kerajinan Kulit di Malioboro.webp

Malioboro selalu punya cara memikat siapa saja yang datang. Bukan hanya lewat suasana malamnya, lampu-lampu jalan yang temaram, atau pedagang kaki lima yang berjejer rapi, tetapi juga melalui ragam produk lokal yang benar-benar merepresentasikan identitas Jogja.

Salah satu pesona yang sering diremehkan adalah keberadaan Tempat belanja kerajinan kulit otentik di sekitar Malioboro. Di area ini, para pengunjung bisa menemukan beragam produk kulit handmade dengan kualitas yang sering kali lebih baik dari toko-toko komersial besar.

Kerajinan kulit bukan sekadar aksesoris; ia adalah karya seni. Dibuat dengan tangan, dipahat dengan detail, dan dirakit dengan presisi. Banyak pengrajin di sekitar Malioboro masih mempertahankan cara kerja tradisional—menggunting, menjahit, dan memoles secara manual. Karena itu, produk yang dihasilkan tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki sentuhan personal yang tidak ditemukan dalam produk massal pabrikan.

Artikel ini menyajikan...
 

GKR Bendara: JCWF 2025 Merupakan Ruang Kolaborasi Seni, Tradisi dan Gaya Hidup Sehat

Jogja-Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2025 secara resmi dibuka di Mustika Yogyakarta Resort & Spa pada Sabtu (1/11).

‎Dalam sambutan pembukaan, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara selalu Chairwoman JCWF 2025 mengungkapkan, "Wellness tourism bukan hanya perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan kesadaran. JCWF 2025 merupakan kolaborasi seni, tradisi dan gaya hidup sehat".

‎GKR Bendara juga menegaskan bahwa festival ini lahir dari filosofi hidup masyarakat Jawa yang memuliakan harmoni. Tema tahun ini, “Wirasa, Wirama, Wiraga”, mengajak kita untuk menata ulang relasi antara rasa, irama, dan raga dalam kehidupan kita sehari-hari.

‎Rangkaian kegiatan JCWF 2025 sendiri dilaksanakan setiap hari Sabtu di bulan November 2025, yaitu pada tanggal 1, 8, 15 dan 22 November 2025 yang berlokasi di Mustika Yogyakarta Resort & Spa. Sedangkan event ini akan diakhiri pada 29 dan 30 November 2025 di Asram Edupark.

‎Dalam festival yang berlangsung di bulan November ini...
 

Lampiran

  • 1761992820-picsay.webp
    1761992820-picsay.webp
    72,1 KB · Dilihat: 15
  • IMG_20251101_112446_746.webp
    IMG_20251101_112446_746.webp
    478,8 KB · Dilihat: 10

"Art Fun PAS for Children", Ajang Fasilitasi Berkesenian Untuk Anak Yang Digelar Pendhapa Art Space

Bantul-Pendhapa Art Space (PAS) menggelar program "Art Fun PAS for Children", sebuah program workshop dan fasilitasi anak-anak usia 6 sampai 12 tahun untuk berkesenian, terutama yang berkaitan dengan produksi seni patung.

‎Seni patung sengaja dipilih karena berangkat dari keyakinan bahwa kesenian ini mengajarkan anak-anak pada aspek motorik dan spasial. Aktivitas memahat dan membentuk bahan secara langsung mengasah koordinasi fisik, sementara sifat tiga dimensi dari patung menumbuhkan kesadaran ruang dan bentuk secara nyata.

‎Seni Patung juga sengaja dipilih karena menilik dari metode Early Childhood Care and Development (ECCD) Holistik, sebuah metode yang diyakini sebagai jalan untuk membentuk fondasi manusia berkualitas.

‎Program ini sendiri telah dilaksanakan 10 kali dalam kurun waktu Juli hingga Oktober 2025, diikuti oleh lebih dari 100 anak, termasuk anak penyandang disabilitas.

Seni Patung Sebagai Bagian Dari Keseharian dan Ruang Bermain
Art Fun PAS for...
 

Lampiran

  • IMG_20251025_133646_195.webp
    IMG_20251025_133646_195.webp
    527,7 KB · Dilihat: 14

Penutup Festival kebudayaan Yogyakarta 2025

Selama delapan hari, ribuan masyarakat telah mengunjungi Lapangan Desa Logandeng, Playen, Gunungkidul dan turut aktif dalam berbagai macam program yang telah dirancang pemerintah provinsi DIY untuk mendekatkan masyarakat pada kebudayaan. Akhirnya, Festival Kebudayaan Yogyakarta 2025 telah mencapai titik puncaknya. Pada 18 Oktober 2025, FKY 2025 resmi ditutup dan berakhir. Terima kasih kepada rekan media yang sudah hadir dan meliput. Berikut kami kirimkan media kit: siaran pers, laporan direktur, dan beberapa foto saat acara berlangsung

Demikian kami sampaikan.
Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terimakasih

Salam Budaya,

FKY 2025
 
Terakhir diedit:

Sheila On 7 Kembali Mengguncang Internasional! Video Klip “Memori Baik” Tampilkan Artis Terkenal Bintang Emon dan Rachel Amanda

Cover Video Clip Memori Baik.webp

Yogyakarta - Sheila On 7 kembali mengejutkan penggemarnya dengan merilis video klip terbaru mereka, Memori Baik, pada Senin (13/1/2025) pukul 17.00 WIB. Video klip yang dirilis melalui kanal YouTube Sheila On 7 TV ini menghadirkan kisah emosional yang dibintangi oleh sejumlah artis ternama, seperti Bintang Emon, Rachel Amanda, dan Agnes Naomi.

Dalam video tersebut, Bintang Emon memerankan seorang pria yang tengah berlatih melamar kekasihnya di hadapan sahabat masa kecilnya, yang diperankan Rachel Amanda. Namun, cerita menjadi rumit ketika terungkap bahwa Rachel menyimpan perasaan kepadanya. Alur video klip ini sarat emosi, menghidupkan lirik lagu Memori Baik yang mengisahkan kenangan indah dan perasaan yang tak terungkap.

Kembalinya Sheila On 7 Setelah Enam Tahun

Lagu Memori Baik ditulis oleh gitaris Sheila On 7, Eross Candra, dan menandai kembalinya band legendaris ini setelah hampir enam tahun absen dari dunia musik. Terakhir kali mereka...
 

Mengejutkan di Awal Tahun 2025, Sheila On 7 Rilis Video Clip Memori Baik Menggandeng Artis Terkenal : Bintang Emon dan Rachel Amanda

Video Klip Sheila On 7 Memori Baik.webp

Yogyakarta – Pada hari Senin (13/1/2025) tepat pada pukul 17.00 WIB, grup musik asal kota Yogyakarta yaitu Sheila On 7, secara resmi merilis Video Klip single terbaru yang berjudul "Memori Baik". Video Klip yang telah dirilis di Youtube Sheila On 7 TV ini menggandeng sejumlah bintang terkenal seperti Bintang Emon, Rachel Amanda, dan Agnes Naomi yang juga turut berperan dalam video klip dari band Sejuta Copy pada era tahun 2000-an tersebut.

Video klip "Memori Baik" sendiri menggambarkan situasi di awal video, di mana Bintang Emon terlihat berlatih untuk melamar kekasihnya di depan Rachel Amanda, sahabat masa kecilnya. Secara mengejutkan, Rachel ternyata menyimpan perasaan kepada Bintang Emon. Video klip ini melukiskan kenangan-kenangan indah antara kedua karakter tersebut, yang semakin menguatkan pesan emosional dari lagu "Memori Baik."

Lagu yang diciptakan oleh Eros Candra ini mengguncang industri musik Indonesia setelah sekian lama Sheila On 7 tidak merilis lagu baru...
 

BANGGA! PARA PELAJAR INDONESIA DI TAINAN, TAIWAN KEMBALI SUKSES MENGGELAR PERTUNJUKAN SENI INDONESIA YANG MEGAH

TAINAN-
Di penghujung tahun 2024, tepatnya di tanggal 30 November 2024, Indonesian Cultural Day atau hari kebudayaan Indonesia kembali sukses digelar di National Chengkung University (NCKU), salah satu universitas ternama di Taiwan. Tatkala konsep dasar tahun ini ialah “Roro Jonggrang: The Final Piece of Prambanan” mengangkat legenda popular asal Jawa Tengah, pagelaran seni ini membuat suatu ‘plot twist’ dengan penyuguhan berbagai budaya nusantara disaat si Bandung Bondowoso berkeliling mengumpulkan jin untuk membangun candinya.

Indonesian Cultural Day atau biasa disebut ICD sendiri telah lama dirintis oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tainan. Pertunjukan ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Indonesia bagi masyarakat luas terutama kalangan internasional serta menjadi pengingat identitas bangsa, yang bermacam-macam tapi tetap satu. Hal ini tercermin dari semangat kerjasama para panitia dan performers yang bekerja keras mewujudkan acara ini...
 

Lampiran

  • IMG_0951.webp
    IMG_0951.webp
    Memory MB. · Dilihat: 85
  • IMG_0663.webp
    IMG_0663.webp
    200,5 KB · Dilihat: 19
  • _MG_9674.webp
    _MG_9674.webp
    Memory MB. · Dilihat: 19

Dari Qodrat-Verse hingga Kisah Horor Baru: Langkah Panjang MAGMA Entertainment, Slate Announcement di JAFF Market 2024

Yogyakarta, 4 Desember 2024 – MAGMA Entertainment kembali menunjukkan
komitmennya dalam menghadirkan karya berkualitas dan inovasi melalui partisipasi di
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024. Sebagai salah satu rumah produksi
terdepan di Indonesia, MAGMA menghadirkan rangkaian program yang memukau,
mulai dari sneak peek eksklusif hingga pengumuman slate jangka panjang, semuanya
diterima dengan antusias oleh penonton dan pelaku industri.
Sneak Peek "Qodrat 2", Tayang 2025: Totalitas Fan Service, Tiket Sold Out
Pada 2 Desember 2024, MAGMA mengawali dengan sneak peek "Qodrat 2", yang
dihadiri oleh sutradara Charles Gozali, produser Linda Gozali, editor Teguh Raharjo,
dan eksekutif produser baru yang menambah energi baru pada proyek ini, Dian
Sastrowardoyo. “Memperlihatkan sembilan menit pertama ini adalah cara kami
menghargai penggemar Qodrat yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami sejak
awal,” ujar Charles Gozali. Penonton yang hadir memberikan respon baik...
 

Lampiran

  • IMG20241204121428.webp
    IMG20241204121428.webp
    707,7 KB · Dilihat: 31
  • IMG20241204113539.webp
    IMG20241204113539.webp
    445 KB · Dilihat: 20

Sheila On 7 Resmi Rilis Lagu Baru Berjudul Memori yang Baik, Tuntaskan Kerinduan Sheila Gank Dosen di Malaysia

Dosen Sheila Gank Prima Trisna Aji dari Malaysia.webp

Kuala Lumpur – Pada hari Senin (25/11) tepat pada pkl.16.00 wib band asal kota Jogjakarta yaitu Sheila On 7 resmi merilis single terbaru mereka yang berjudul “Memori Baik”. Lirik lagu yang dibuat Eros Candra ini menggebrak dunia music Indonesia setelah sekian lama tidak merilis lagu baru.

Terakhir Sheila On 7 merilis single baru berjudul “Film Favorit” pada tahun 2018 ciptaan dari Eros Candra. Kurang lebih sudah hampir 6 tahun lamanya Sheila On 7 berpuasa tidak merilis lagu baru.

Dengan Rilisnya lagu “Memori Baik” ini tentunya membuat kerinduan serta dahaga para Sheila Gank sebutan fans Sheila On 7 terobati setelah menunggu selama 6 tahun lamanya. Salah satu penikmat music Sheila On 7 dari Lincoln College University Malaysia yaitu Prima Trisna Aji mengungkapkan hal yang sama.

Prima yang merupakan Dosen Spesialis Medikal Bedah asal kota Solo yang juga Student Mahasiswa S3 PhD Doctor Of Philosophy di kampus Lincoln College University Malaysia sangat mengapresiasi Duta...
 

Sheila On 7 Resmi Merilis Single Baru Berjudul “Memori Baik” Featuring Anak Sulung Duta “Aishameglio Duta Chiara”

memori baik sheila on 7.webp

Jogjakarta – Band Sheila On 7 akhirnya resmi merilis single barunya berjudul “Memori Baik”, lagu ini resmi dirilis tepat pada tanggal 25 November 2024. Bahkan menurut keterangan bahwa video clip dari Lagu Memori Baik dibuat dinegara Sakura Jepang. Video Clip Lyric Video sendiri dirilis di youtube resmi Sheila On 7 TV pada pkl.16.00 wib secara serempak.

Lagu "Memori Baik" juga terasa unik karena Sheila on 7 mengajak Aishameglio Duta Chiara, putri sulung Duta. Aisha tentu sudah akrab dengan Sheila on 7 sejak awal tahun sebagai penyanyi latar atau backing vocal konser Sheila On 7 selama ini. Selain itu, keterlibatan Aisha membuat Eross ingat bahwa dia memiliki materi lagu baru yang sudah disiapkan untuk format featuring. Adam menyatakan bahwa lagu itu adalah "Memori Baik".

Eross mengakui bahwa "Memori Baik" sejak awal telah disiapkan untuk format featuring. Eros berpikir bahwa, apa pun temanya atau apa pun yang dibicarakan di situ, lagu itu akan dimainkan oleh banyak...
 

Cara Mudah Budidaya Jangkrik di Kardus Bagi Pemula

Seperti yang telah Anda ketahui bahwa jangkrik merupakan salah satu jenis serangga yang bisa ditemukan di berbagai tempat di seluruh dunia. Jenis serangga yang satu ini sangat mudah untuk dikenali berkat bunyinya yang sangat khas di malam hari, jangkrik sendiri pada umumnya sering digunakan sebagai pakan burung dan juga reptil peliharaan. Seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang memelihara burung, maka membuat jumlah permintaan jangkrik juga ikut meningkat.
1730688280151.webp
Tingginya jumlah perminttan jangkrik sebagai pakan burung di pasaran yang semakin meningkat tentu saja akan menjadi sebuah kesempatan yang besar bagi Anda untuk bisa memperoleh keuntungan besar dengan melakukan usaha budidaya jangkrik. Jangkrik yang memang hidup di daerah beriklim tropis mendorong banyaknya masyarakat yang ingin melakukan budidaya jangkrik. Selain itu budidaya jangkrik juga tidaklah terlalu rumit bahkan Anda bisa menggunakan kardus sebagai medianya, jika Anda...
 

Seni Wayang Jogja dan Bedanya dengan Wayang Solo! Cari Tahu Yuk!

Wayang, khususnya wayang kulit yang kita bahas kali ini merupakan sebuah tradisi budaya asal pulau Jawa yang lahir bahkan sebelum Hindu datang, sekira tahun 1500 sebelum Masehi. Dalam perjalanannya, Jogja juga teridentifikasi sebagai daerah yang mengadopsi wayang kulit sebagai seni wayang Jogja.
1721648398752.webp
Selain Jogja, sejatinya Solo juga mengadopsi seni wayang kulit yang populer. Hanya saja memang popularitas seni wayang Jogja jauh lebih baik jika dibandingkan dengan wayang Solo. Hal yang kemudian banyak orang pertanyakan adalah apa sih beda antara seni wayang Jogja dengan wayang Solo?

Seni Wayang Jogja Bedanya dengan Wayang Solo

1. Bentuk wayang
Seni wayang Jogja dengan wayang Solo memiliki perbedaan pada bentuknya. Wayang Solo memiliki postur yang lebih ramping dan lebih jangkung jika dibandingkan dengan wayang Jogja.

Kemudian pada bagian siten wayang Solo (bagian penghubung kaki...
 
Back
Atas.