Lingkungan dan Alam | Page 2 | Media Jogja

Lingkungan dan Alam

Diskusi dan informasi tentang isu terkini lingkungan dan alam

Kebakaran di Bukit Bintang Patuk..

Hasil setelah api berhasil dipadamkan.

1562858305632.webp
 

Suhu Udara di Wilayah Yogyakarta Terasa Panas dan Gerah, Begini Penjelasan BMKG

Suhu udara di wilayah Yogyakarta dalam beberapa hari terakhir terasa cukup panas dan gerah.

Hal itu juga dibenarkan oleh BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta.

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa, mengatakan suhu tertinggi di wilayah DIY tercatat mencapai 33 derajat celcius.

Meski demikian, angka tersebut belum termasuk pada suhu yang ektrim.

BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta mencatat suhu tertinggi DIY pernah mencapai 35 derajat Celcius.

"Kalau dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya memang terasa sangat panas. Kami mencatat beberapa hari ini baru mencapai 33 derajat Celcius. Masih tergolong normal dan belum termasuk ektrim. Yogyakarta dulu pernah mencapai 35 derajat Celcius.

Ia menjelaskan ada beberapa faktor yang mempengaruhi suhu yang terbilang tinggi ini.

Faktor pertama dilihat dari segi astronomis.

Saat ini matahari berada di belahan bumi Utara, berada dekat dengan ekuator.

Keberadaan matahari yang berada...
 

Bencana Longsor dan Banjir dibeberapa wilayah di Jateng

Bagikan info lur...mari kita sama- sama berdoa u saudara kita yang terkena musibah.Kiranya mereka cepat terkondisikan n dalam lindungan Tuhan.
Lapsit:
1. Dermojurang, Seloharjo, Pundong terjadi longsor dan banjir menimpa permukiman warga. BPBD, Satpol Airud Polda DIY + tim rescue tdk bisa menjangkau, krn air mencapai 1,5 meter
2. Prancak Dukuh, Panggungharjo, Sewon (ISI Yogyakarta) banjir menggenangi rmh warga
3. Jalan Siluk-Kretek tdk bisa dilalui, krn jembatan Kali Pentung ambrol
4. Wukirsari, Imogiri banjir menggenagi rmh warga & ada warga yg naik pohon tdk bisa dievakuasi, krn air mencapai 1,5 meter
5. Jl. Imogiri Timur mulai dari perempatan Jejeran-Imogiri banjir menggenangi infrastruktur jalan
6. Jl. Paris Bangunharjo + Panggungharjo, Sewon, di sekitar ISI banjir dan menggenangi rumah Bupati Bantul
7. Karangtengah, Imogiri banjir menggenangi rmh warga
8. Jl. Bantul wilayah Sewon tegenang banjir, byk kendaraan yg mogok.
9. Akses Jalan Imogiri Timur + Barat...
 

Warga Yogyakarta Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi

BMKG DIY memprediksi musim pancaroba di wilayah Yogyakarta akan berlangsung sekitar bulan April 2019.

Warga tetap dihimbau untuk waspada bencana hidrometeorologi seperti bahaya banjir, tanah longsor, angin kencang dan petir yang masih berpeluang muncul di wilayah Yogyakarta.

BPBD seDIY, posko dan pos-pos pemantau juga diminta agar meningkatkan ronda cuaca dengan mengecek dan mengoptimalkan fungsi peralatan EWS yang ada.

Serta, segera informasikan kepada warga masyarakat di kawasan rawan bencana, bila terjadi cuaca yang bisa berdampak pada keselamatan warga.

Warga juga harus peka terhadap perubahan kondisi di lingkungannya.

Bagi warga masyarakat yang berada di kawasan rawan longsor, agar waspada bila wilayahnya terjadi hujan lebat dalam waktu yang lama.
 

Cuaca DIY Malam Ini

*Update Peringatan Dini Cuaca DIY* Tgl. 26 Februari 2019 pkl. 21.20 WIB.

*Masih* berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pkl. 21.50 di Sleman (Prambanan, Kalasan, Berbah),
dan dapat *meluas* ke wilayah Sleman lainnya (Ngemplak, Depok, Ngaglik, Sleman, Turi, Pakem), Kota Yogya, dan Bantul (Banguntapan, Sewon).

*Kondisi ini* diperkirakan masih akan berlangsung hingga pkl. 23.50 WIB.

Prakirawan - BMKG DIY
http://www.bmkg.go.id
 

BMKG : Tiga Hari Kedepan, Waspadai Potensi Angin Kencang di Wilayah Tengah dan Selatan DIY

BMKG Yogyakarta meminta masyarakat mengantisipasi terjadinya angin kencang dan hujan petir selama puncak musim penghujan ini.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi (Staklim) Yogyakarta, Djoko Budiyono potensi cuaca tersebut akan dialami sebagian wilayah DIY.

Paling berpotensi terutama di bagian tengah dan selatan DIY.

Selama dua tiga hari ke depan, intensitas hujan akan lebih meningkat dari sebelumnya. Hal ini terjadi karena adanya perubahan pola angin.

Akibat perubahan pola angin tersebut, awan hujan sangat mudah terbentuk.

Ia pun mengimbau agar warga di wilayah pesisir selatan DIY untuk waspada akan adanya gelombang tinggi. Sebab diperkirakan ketinggian akan mencapai 2,5 hingga 4 meter.

"Ini termasuk kategori gelombang laut tinggi, karena itu warga dan nelayan diminta untuk waspada," kata Djoko.
 

Musim Penghujan,Berhati-hati Dengan Ular

berbagi ilmu ya lur.

sekarang kan musim hujan to lur,ada baiknya saya berbagi sedikit ilmu buat sedulur icj semua.
untuk mengantisipasi ular tidak masuk dalam rumah/lingkungan sekitar rumah berikut ini sedulur ICJ kudu dilakoni.
1.resik'an(usahakan jangan terlalu banyak benda" yg tak berguna disekitar rumah karna bisa buat sarang tikus dan menarik perhatian ular serta bisa buat home stay siular)
2.pangkas habis rerumputan/semak belukar disekitar rumah
3.cek setiap saat yg mempunyai kolam ikan(hiasan dpan rumah karna air adalah hal yg sgt efektif buat menarik ular).
4.cek semua lubang sktr rumah yg sekiranya ular bisa masuk

APAKAH GARAM EFEKTIF BUAT NGUSIR ULAR....?

jawabannya salah lo lur,karna ular bukan hewan berlendir melainkan bersisik so biarpun anda menaburkan garam 1ton disekitar rumah siular tak jamin tertawa jahat dan berlalu melewati garam tersebut .So paling efektif agar ular tak masuk rumah silahkan disela sela pintu rumah atau kisi" jendela anda taruh IJUK/Benda yg...
 

Hujan Deras, Sebabkan Pohon Tumbang di Beberapa Titik di Yogyakarta

Hujan deras yang melanda wilayah DIY pada hari Jumat (11/1/2019) pukul 16.00 hingga 17.00 menyebabkan beberapa pohon di DIY tumbang, selain pohon tumbang, hujan deras juga menyebabkan sebanyak empat jaringan listrik, satu jaringan telepon, satu kendaraan dan dua akses jalan terputus di Kabupaten Sleman.

Sebelumnya, BMKG telah memberikan peringatan dini akan adanya hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir pada pukul 16.00 WIB di wilayah Kulonprogo (Samigaluh), Gunungkidul (Gedangsari, Nglipar, Karangmojo, Pojong), Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan).

Kondisi tersebut dapat meluas ke wilayah Sleman (Ngemplak, Kalasan, Berbah, Depok, Ngaglik, Sleman, Tempel, Seyegan, Mlati) dan Gunungkidul (Patuk, Playen, Wonosari, Semanu), yang mana kondisi tersebut akan berlangsung hingga pukul 19.00 WIB.
 

BMKG: Januari 2019 Puncak Musim Penghujan di DIY

Pada bulan Desember mendatang seluruh wilayah di DIY dipastikan sudah akan memasuki musim penghujan.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, intensitas dan frekuensi hujan tersebut akan terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan.
Diprediksi puncak musim hujan akan terjadi pada Januari 2019 awal.

Dengan meningkatnya intensitas hujan hingga dua bulan kedepan, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang, bahaya petir, dan lain sebagainya.

Petani juga dianjurkan untuk mempersiapkan pola tanam yang sesuai dengan iklim musim penghujan karena ketersediaan air yang cukup.
 

Penampakan Kubah Lava Seusai Terjadi Guguran, Perhatikan Imban BPPTKG

BPPTKG menyebutkan bahwa status Gunung Merapi masih dalam Level 2 atau Waspada.
Pada level tersebut Gunung Merapi tercatat telah beberapa kali mengalami guguran lava.

Untuk menghindari kepanikan warga sekitar, BPPTKG juga mengunggah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi bencana Gunung Merapi.

Berikut 5 hal yang harus diperhatikan:
1.Tetap Tenang
Lakukan kegiatan sehari-hari di luar radius 3 Km dari puncak.

2. Selalu update
Ikuti informasi resmi terkait perkembangan Gunung Merapi.

3. Selalu siap
Kumpulkan surat penting dan berharga dalam satu tempat yang mudah untuk di bawa.

4. Aktif
Ikuti sosialisasi dan pelatihan penanggulangan bencana.

5. Paham
Pahami lokasi titik kumpul tempat evakuasi.

Diberitakan sebelumnya, Merapi menunjukkan aktivitas guguran lava pada Jumat (21/12/2018) pukul 12.21, yang mencapai jarak 1 km mengarah ke Kali Gendol dengan durasi 128.96 detik dengan kekuatan gempa.



Mengenai segi ancaman bahaya, dia menerangkan jika rekomendasi yang...
 

Alat Untuk Mendeteksi Tsunami.

48423714_10211399567259437_3055768784703848448_n.jpg



48411254_10211399567459442_1089850051599007744_n.jpg


TOLONG DI DISEBARLUASKAN INI SANGAT PENTING UNTUK KITA SEMUA.

Dihimbau kpd sluruh masyarakat kalau menemukan benda seperti ini di laut tolong jangan di senggol,
Jangan di rusak apalagi sampai kita bawa pulang untuk kita jual pada tukang barang bekas,
Biarkan dan diamkan saja di lautan,
karena tidak mrngganggu.
justru benda ini fungsinya untuk mendeteksi ketinggian ombak/air laut agar bisa lebih cepat memberikan info kalau ada Tsunami.

Siapapun yg sudah membaca info ini,
Tolong kalau ketemu sama nelayan atau siapa sj yg kerjanya berhubungan di laut tolong sampaikan dan beritahukan.

Mari kita...
 

Kebersihan Malioboro

UPT Malioboro Siapkan 15 Tempat Sampah Baru selama Libur Natal dan Tahun Baru

kondisi-malioboro-yang-tetap-dipenuhi-wisatawan_20180622_204145.jpg



YOGYA - Kepala UPT Malioboro Ekwanto mengatakan akan menambah tempat sampah di kawasan Malioboro.
Tidak hanya menambah tempat sampah, pihaknya pun ingin agar penyapuan rutin ditambah.
Kebersihan Malioboro, lanjutnya merupakan prioritas utama UPT Malioboro.

Tidak hanya selama musim liburan, tetapi juga setiap harinya.
Ekwanto pun meminta PKL untuk selalu membawa sapu dan tempat sampah sendiri, sehingga daerah berjualan tetap bersih.

Ia pun mengimbau masyarakat Yogyakarta dan wisatawan yang datang ke Malioboro untuk selalu menjaga kebersihan.

Ia juga meminta wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya, dan tidak curi-curi untuk membuang sampah di pot-pot.
 

Talut Sungai Code Ambrol

YOGYA - Talut Sungai Code sepanjang 70 meter yang berada di RT 59 RW 18 Prawirodirjan Gondomanan, ambrol pada Rabu (5/12), sekitar pukul 05.30
Terdapat 4 bangunan yang terdampak langsung atas ambrolnya talut tersebut.
Bangunan itu meliputi 1 balai pertemuan, 2 warung, dan 1 tempat tinggal warga.


talud-di-prawirodirjan-longsor-1.jpg



Talut ambrol sepanjang 70 meter dan setinggi 6 meter ini mengakibatkan sejumlah bangunan rusak.
Sejak dibangun talut ini, sekitar tahun 1980-an, belum pernah terjadi peristiwa talud ambrol.

Sementara itu, Ketua RW 18, Wikan Eko Pramuji (57) menjelaskan bahwa beberapa warga yang berada di sepanjang talud yang ambrol tersebut mengungsi di rumah saudara yang berada di satu wilayah.
Ia menyebut bahwa lokasi bangunan tersebut seluruhnya berada di atas sungai.

Ia pun mengatakan bahwa untuk sementara ini, ia meminta warganya untuk berjaga-jaga hingga malam untuk dapat selalu siaga ketika hujan...
 

Info Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta

Sleman-Status Gunung Merapi berada masih berada di level 2 atau Waspada pada Selasa (27/11/2018) pukul 08.00 WIB.

Status aktifitas gunung berapi di perbatasan DIY-Jateng ini masih tetap WASPADA.

Sejak pertengahan Agustus 2018, aktifitas vulkanik gunung ini meningkat dengan keluarnya material lava ke permukaan kawah.

Gundukan lava baru hasil pertumbuhan sejak Agustus itu kini mencapai lebih kurang 300.000 meter kubik, dengan pertumbuhan rata-rata harian sekitar 2.400 meter kubik.

Data terakhir per 15 Novembe 2018, kubah baru lava diperkirakan sudah mencapai 290 ribu meter kubik, dengan pertumbuhan harian fluktuatif dengan intensitas rendah.

BPPTKG Yogyakarta menghimbau warga di sekeliling Merapi tetap tenang.

Penduduk di Kawasan Rawan Bencana lll diminta mengikuti perkembangan informasi dan pertumbuhan kubah lava.

Masyarakat masih diizinkan menyaksikan aktifitas perkembangan kubah lava ini dari radius minimal 3 kilometer.
 

Gempa Jumat 30 November 2018 Dini Hari Mengguncang Yogyakarta, 5,1 SR, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Gempa hari ini mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogja, tepatnya di Kulon Progo Jumat dini hari 30 November.

Berdasarkan info Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika / BMKG, gempa terjadi pada Jumat (30/11) pada pukul 03.42 WIB.

Lokasi gempa berada di 122 kilometer barat daya Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Titik koordinat gempa berada di 8,84 Lintang Selatan dan 109,74 Bujur Timur dengan kedalaman gempa mencapai 18 kilometer di bawah laut

Berikut data informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Terjadi pukul 03:42:04 WIB Lintang -8.84 Bujur 109.74 Magnitudo 5.1

Kedalaman 18 Km Wilayah 122 km Barat Daya KULONPROGO-DIY.
 

Beberapa Daerah di DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Beberapa Daerah di DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

YOGYA - Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Agus Sudaryanto, menjelaskan adanya potensi hujan lebat di DIY pada tanggal 6 hingga 9 November mendatang.

Sementara itu untuk tinggi gelombang di perairan selatan Yogyakarta diprakirakan berkisar antara 2,5 hingga 3 meter.

Hal ini disebabkan melemahnya aliran massa udara kering dariAustralia, adanya konvergensi (pertemuan dan perlambatan kecepatan angin) di wilayah Jawa serta kondisi menghangatnya suhu permukaan laut di Samudera Hindia selatan Jawa.

Hal ini dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensimengakibatkan hujan intensitas lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah DIY.

Beberapa wilayah yang akan mengalami hujan lebat diantaranya Kulonprogo (Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo), Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Minggir, Seyegan, Sleman), Gunungkidul (Ngawen, Gedangsari, Patuk,Purwosari, Playen), Bantul...
 

Potensi Hujan Lebat di Yogyakarta Masih Berlangsung hingga 14 November

JOGJA.COM - Hujan lebat yang mengguyur DIY masih akan terjadi pada beberapa hari ke depan.

BMKG pun mengimbau agar masyarakat dapat mewaspadai potensi hujan disertai angin yang akan melanda DIY.

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Agus Sudaryatno mengatakan di bulan November 2018, wilayah Yogyakarta secara bertahap akan memasuki awal musim hujan.

Dijelaskannya, Yogyakarta bagian utara dan barat seperti Sleman dan Kulonprogo bagian utara dan barat, akan terlebih dahulu masuk musim hujan.

Kemudian di bagian tengah seperti Bantul, kota Yogyakarta, Sleman timur dan Gunungkidul utara di pertengahan November ini baru akan masuk awal musim hujan.

Terakhir di akhir November Gunungkidul bagian selatan memasuki musim hujan.

"Oleh sebab itulah hujan di bulan November belum merata terjadi di wilayah Yogyaakarta. Wilayah utara dan barat diprediksi akan lebih bnyk hujan dibandingkan bagian selatannya," ujar Agus.

Lebih lanjut, Joko Budiyono, koordinator Stasiun...
 
Back
Atas.