Alibaba Rilis Qwen-Image-2512, Model AI Pembuat Gambar Open Source Penantang Google | Media Jogja

Alibaba Rilis Qwen-Image-2512, Model AI Pembuat Gambar Open Source Penantang Google

Alibaba Rilis Qwen-Image-2512.webp

Alibaba resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pembuat gambar terbaru bernama Qwen-Image-2512. Kehadiran model ini langsung menarik perhatian industri teknologi global karena diposisikan sebagai pesaing AI image generator milik Google, Nano Banana Pro yang terintegrasi dalam Gemini 3 Pro Image. Informasi mengenai model AI Alibaba Qwen-Image-2512 pun menjadi salah satu kata kunci populer yang banyak dicari, khususnya di kalangan pengembang dan pelaku industri kreatif.

Berbeda dari sejumlah model AI gambar komersial yang bersifat tertutup, Qwen-Image-2512 dirilis sebagai model open source. Alibaba membuka akses penggunaan model ini secara gratis, termasuk untuk kepentingan komersial, melalui lisensi Apache 2.0. Pendekatan ini dinilai memberikan fleksibilitas lebih luas bagi pengembang, perusahaan, hingga kreator konten dalam memanfaatkan teknologi AI secara mandiri.

Model AI pembuat gambar ini diklaim sebagai salah satu yang paling canggih saat ini, terutama dalam menghasilkan visual dengan teks padat seperti poster, infografik, dan materi presentasi. Dengan fokus pada akurasi visual dan tata letak, Qwen-Image-2512 diarahkan untuk menjawab kebutuhan profesional di berbagai sektor.

Keunggulan Qwen-Image-2512 Dibanding Model Sejenis​

Secara umum, Qwen-Image-2512 membawa sejumlah peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Alibaba menyebut terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus pengembangan model ini. Peningkatan pertama terlihat pada realisme visual, khususnya dalam menghasilkan wajah manusia dan latar lingkungan yang lebih natural. Selain itu, detail tekstur alami seperti air, lanskap, serta material objek juga diklaim tampil lebih presisi.

Aspek lainnya adalah peningkatan akurasi teks dan tata letak. Qwen-Image-2512 dirancang mampu menangani perintah berbahasa China maupun Inggris dengan lebih baik, sehingga hasil visual yang dihasilkan tetap rapi meski memuat teks dalam jumlah besar. Peningkatan tersebut membuat model ini relevan untuk kebutuhan profesional, mulai dari materi pemasaran, dokumentasi internal perusahaan, hingga konten edukasi.

Berbeda dengan Google Nano Banana Pro yang tidak bersifat open source dan sangat bergantung pada layanan berbayar, Alibaba memilih membuka akses Qwen-Image-2512 ke berbagai platform pengembang. Model ini dapat digunakan secara bebas melalui Hugging Face, ModelScope, dan Github. Pengguna juga dapat mencobanya langsung lewat layanan Qwen Chat maupun demo resmi di situs Qwen.AI.

Klaim Mampu Saingi Nano Banana Pro​

Dalam pengujian internal Alibaba melalui AI Arena, Qwen-Image-2512 disebut sebagai AI pembuat gambar open source terkuat saat ini. Model ini diklaim mampu bersaing dengan sistem tertutup lain, termasuk Google Nano Banana Pro.

Berdasarkan hasil benchmark AI image generator di AI Arena, Qwen-Image-2512 mencatat skor Elo sebesar 1.011 poin. Angka tersebut mendekati skor Google Nano Banana Pro yang berada di kisaran 1.051 poin. Perbedaan skor yang relatif tipis ini menunjukkan bahwa model open source Alibaba memiliki performa yang kompetitif di kelasnya.

Selain penggunaan gratis, Alibaba juga menyediakan akses API terkelola melalui Alibaba Cloud Model Studio. Layanan ini ditawarkan dengan tarif 0,075 dolar AS per gambar dan ditujukan bagi perusahaan yang membutuhkan solusi siap pakai tanpa harus mengelola infrastruktur sendiri. Skema ini memberi opsi fleksibel, baik bagi pengembang independen maupun korporasi berskala besar.

Pendekatan Terbuka ala Alibaba​

Pendekatan yang diambil Alibaba dalam pengembangan Qwen-Image-2512 berbeda dengan strategi Google. Jika Google lebih menekankan integrasi dengan layanan Workspace dan Vertex AI, Alibaba justru merancang Qwen-Image-2512 agar mudah dipadukan dengan berbagai sistem dan alat terbuka yang sudah ada di pasar.

Pendekatan ini memberi keleluasaan bagi perusahaan untuk menyesuaikan model dengan kebutuhan internal, termasuk dalam pengelolaan data, keamanan, serta pengembangan sistem AI secara mandiri. Strategi tersebut dinilai sejalan dengan tren global yang semakin mendorong adopsi teknologi AI berbasis open source.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari VentureBeat, langkah Alibaba ini memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan AI terbuka, sekaligus memperluas akses teknologi kecerdasan buatan bagi ekosistem global.(*)
 
Back
Atas.