Cara Budidaya Cabe Rawit Agar Hasil Berlimpah | Media Jogja

Cara Budidaya Cabe Rawit Agar Hasil Berlimpah

Seperti yang telah Anda ketahui bahwa cabe rawit merupakan salah satu jenis cabe yang sangat populer di Indonesia, jenis cabe yang satu ini memiliki rasa yang sangat pedas sehingga menjadi favorit bagi para pecinta makanan pedas. Cabe rawit sendiri sering dijadikan sebagai bahan pelengkap untuk membuat berbagai macam masakan yang bercita rasa pedas, kepopuleran cabe rawit membuat jumlah permintaan cabe ini menjadi selalu tinggi sehingga tentu saja bisa Anda jadikan sebagai sebuah peluang usaha.
1713923122859.jpeg

Cabe rawit yang memiliki nama latin Capsicum frutescens ini memang menjadi salah satu komoditi unggulan dan telah dibudidayakan secara intensif oleh masyarakat. Terlebih lagi tanaman cabe rawit sangatlah sesuai untuk ditanam di daerah yang beriklim tropis seperti di Indonesia, jenis cabe yang satu ini bisa ditanam di ketinggian 0 hingga 500 meter di atas permukaan laut. Dalam melakukan budidaya cabe rawit, tentu saja Anda harus mengetahui caranya agar bisa menghasilkan panen yang berlimpah, jika Anda penasaran maka simaklah ulasan berikut.

Cara Budidaya Cabe Rawit Agar Hasil Berlimpah

1. Pemilihan Benih

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam usaha budidaya cabe rawit adalah pemilihan benih, perlu Anda ketahui bahwa ada banyak sekali jenis cabe rawit yang masing – masing memiliki keunggulan tersendiri. Alangkah baiknya jika Anda membeli benih cabe rawit yang telah bersertifikat di toko pertanian yang terpercaya sehingga benih yang Anda beli benar – benar berkualitas.

2. Proses Penyemaian

Langkah kedua yang harus Anda lakukan adalah penyemaian, Anda bisa menyiapkan polybag berukuran 5 x 10 cm. Isilah polybag tersebut dengan tanah hingga 3/4 bagian, Anda juga bisa menambahkan kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1 kedalam media semai, usahakanlah agar media semai memiliki tekstur yang gembur dan halus dengan tujuan agar benih mudah tumbuh.

3. Pengolahan Lahan dan Penanaman

Anda perlu untuk melakukan pengolahan lahan yang akan ditanami dengan cabai rawit, Anda bisa membajak tanah dengan kedalaman sekitar 40 cm, kemudian buatlah bedengan dengan lebar 100 cm dan tinggi 30 cm. Setelah itu buatlah lubang tanam dengan jarak sekitar 60 cm, kemudian pindahkanlah bibit cabe rawit dari polybag kedalam lubang tanam pada waktu pagi atau sore hari.

4. Pemeliharaan Cabe Rawit

Proses pemeliharaan tanaman cabe rawit tergolong cukup mudah di mana Anda bisa melakukan penyiraman sesuai dengan kondisi yakni dilihat dari kelembapan tanaman, Anda perlu melalukan penyiraman jika kondisi tanah sudah mulai kering. Selain itu Anda juga perlu melakukan pemupukan susulan dengan menggunakan pupuk organik setelah satu bulan sejak masa tanam.

5. Pemanenan Cabe Rawit

Perlu Anda ketahui bahwa proses pemanenan cabe rawit telah bisa Anda lakukan pada usia 2,5 hingga 3 bulan sejak masa tanam dengan fase panen antara 15 hingga 18 kali pemanenan. Proses pemanenan cabe rawit sebaiknya dilaksanakan pada pagi hari yakni dengan cara memetik buah beserta tangkainya, Anda bisa memilih cabe rawit yang bentuknya ramping dan padat.

Cabe rawit merupakan salah satu jenis cabe yang sangat populer di Indonesia sehingga jenis cabe ini banyak dibudidayakan secara intensif. Semoga bermanfaat.
 
Terakhir diedit oleh moderator:
Back
Atas.