Jambu mete atau sering juga disebut sebagai jambu monyet merupakan jenis tanaman buah yang berasal dari suku Anacardiaceae, jenis tanaman ini berasal dari kawasan Brazil di Amerika Selatan. Sebagian dari masyarakat mungkin lebih mengenal bijinya yang memang bisa dikonsumsi. Ya, biji dari jambu mete inilah yang sering disebut sebagai kacang mete yang biasa dikeringkan untuk kemudian digoreng sebagai camilan. Jambu mete sendiri memiliki banyak nama antara lain jambu dipa, buah monyet, jambu jipang, dan lainnya.
Apabila Anda perhatikan, jambu mete ini memiliki ciri khas yakni adanya benjolan berupa biji yang keluar dari buahnya, biji inilah yang digunakan sebagai bahan pembuatan kacang mete. Daging buah jambu mete sering diolah menjadi rujak, sedangkan bijinya diolah menjadi kacang mete yang harganya tergolong tinggi di pasaran. Hal tersebut tentu saja bisa menjadi sebuah peluang bagi Anda untuk meraup keuntungan dengan membudidayakan jambu mete. Apabila Anda tertarik, berikut ini akan kami ulas cara budidaya jambu mete hingga panen.
Apabila Anda perhatikan, jambu mete ini memiliki ciri khas yakni adanya benjolan berupa biji yang keluar dari buahnya, biji inilah yang digunakan sebagai bahan pembuatan kacang mete. Daging buah jambu mete sering diolah menjadi rujak, sedangkan bijinya diolah menjadi kacang mete yang harganya tergolong tinggi di pasaran. Hal tersebut tentu saja bisa menjadi sebuah peluang bagi Anda untuk meraup keuntungan dengan membudidayakan jambu mete. Apabila Anda tertarik, berikut ini akan kami ulas cara budidaya jambu mete hingga panen.
Cara Budidaya Jambu Mete Hingga Panen
1. Pengolahan Lahan
Langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam budidaya jambu mete adalah pengolahan lahan, Anda harus mencangkul atau membajak tanah dengan tujuan agar tanah menjadi gembur. Pupuklah tanah menggunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang, setelah itu buatlah lubang tanam berukuran 50 x 50 cm dengan kedalaman 50 cm dan jaraknya sekitar 3 meter.
2. Pembibitan Jambu Mete
Proses pembibitan jambu mete tergolong mudah di mana Anda bisa memilih jambu mete yang besar dan matang, kemudian tunggu hingga busuk dan ambillah bijinya. Tanam biji jambu mete di dalam polybag dan rawatlah selama sekitar satu bulan dengan cara menyiramnya dan memberikan pupuk NPK dengan dosis 2 gram per liter, setelah itu bibit sudah siap tanam.
3. Proses Penanaman
Setelah proses pembibitan, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menanam jambu mete di lahan. Perlu Anda ketahui bahwa proses penanaman jambu mete sebaiknya dilakukan pada pagi ataupun sore hari dengan tujuan agar tanaman tidak langsung terkena panas matahari, selain itu Anda juga harus melakukan proses penanaman secara hati-hati agar tidak merusak tanaman.
4. Proses Pemeliharaan
Agar tanaman jambu mete bisa cepat tumbuh dan menghasilkan buah yang banyak, maka Anda harus merawatnya dengan baik. Jambu mete juga merupakan salah satu tumbuhan yang tahan terhadap kekeringan sehingga Anda tidak perlu terlalu sering untuk menyiramnya. Selain itu Anda juga harus melakukan penyiangan gulma yang ada di sekitar tanaman jambu mete dan melakukan pemupukan ulang.
5. Panen Jambu Mete
Masa panen menjadi momen yang paling ditunggu oleh para petani jambu mete, proses pemanenan sudah bisa dilakukan jika buah jambu mete sudah berwarna merah ataupun kuning dengan tekstur yang empuk. Perlu diperhatikan bahwa proses pemanenan tidak perlu dilakukan hingga jambu mete benar-benar matang karena hal tersebut justru akan mengurangi kadar kemanisannya.
Bagi Anda yang ingin mencoba budidaya jambu mete, maka Anda bisa mengikuti beberapa panduan yang telah disebutkan di atas.
Bagi Anda yang ingin mencoba budidaya jambu mete, maka Anda bisa mengikuti beberapa panduan yang telah disebutkan di atas.