Meningkatkan kualitas sumber daya manusia lewat pendidikan dan peningkatan skill, memotivasi pemuda untuk mendirikan usaha, bekerja sama dengan UMKM untuk membuka lapangan kerja baru, cara Jogja kurangi pengangguran yang juga dilakukan adalah melalui program Magang Fair.
Apa itu Magang Fair dan apakah efektif untuk mengurangi angka pengangguran di Jogja? Yuk simak penjelasannya berikut ini!
Cara Jogja Kurangi Pengangguran dengan Magang Fair
Magang Fair merupakan program magang atau pelatihan kerja dengan terjun secara langsung ke perusahaan yang membuka program magang untuk mahasiswa, atau pun fresh graduate.
Tujuan dari program magang ini, supaya dapat menjadi bekal bagi mahasiswa atau fresh graduate merasakan bagaimana terjun di dunia kerja sebelum benar – benar menjadi karyawan sebuah perusahaan secara langsung.
Nah, program magang semacam itu sedang digenjot oleh pemerintah kota Yogyakarta. Pemerintah kota Yogyakarta berusaha memperbanyak kerja sama program magang kerja dengan berbagai perusahaan baik perusahaan swasta, daerah, atau negara yang ada di Jogja guna mengurangi angka pengangguran di Jogja.
Menurut Pemerintah Kota Yogyakarta, program magang kerja dinilai cukup efektif untuk mengurangi angka pengangguran yang ada di Jogja karena adanya sistem perkenalan antara peserta magang dengan perusahaan.
Beberapa perusahaan yang memang sedang membutuhkan karyawan bahkan cukup banyak yang akhirnya memilih anak – anak yang pernah magang di tempatnya atau di perusahaannya sebagai karyawan kontrak atau tetap.
Oleh sebab itu, pemerintah kota Yogyakarta optimis bahwa program magang dapat menjadi salah satu cara dan solusi efektif meningkatkan jumlah pekerja dan mengurangi angka pengangguran khususnya bagi mahasiswa dan fresh graduate Jogja.
“Kami (pemerintah kota Jogja) akan memperbanyak kerja sama seperti ini (magang) dengan perusahaan. Selama ini, memang banyak pelatihan untuk dunia kerja, tetapi nggak seefektif program ini (magang).” Kata wakil wali kota Jogja Heroe Poerwadi.
Menurut Heroe Poerwadi, banyak kesempatan kerja justru datang kepada fresh graduate setelah mereka magang dan dinilai memiliki cara kerja yang baik dan loyalitas yang oke pada perusahaan. Oleh sebab itu, Jogja akan terus melanjutkan program magang fair karena manfaatnya banyak, dan hasilnya pun efektif mengurangi angka pengangguran di Jogja.
Sampai saat ini, pemerintah kota Jogja sudah menggandeng lebih dari 20 perusahaan untuk mengaktualisasi program magang. Programnya berlangsung sekitar 3 – 5 bulan dan selama magang, peserta akan mendapat fasilitas seperti uang transportasi, juga ada perusahaan yang memberi uang makan dan uang saku setelah magang selesai.
Perusahaan juga memberikan harapan berupa kesempatan kerja bagi para peserta magang. Meski sedang menggenjot program magang fair, Jogja tetap akan memberikan program pelatihan keterampilan.
Hanya saja program pelatihan keterampilan yang diselenggarakan akan terfokus pada sasaran lain. Tak lagi menyasar untuk mahasiswa dan fresh graduate, program pelatihan keterampilan akan lebih difokuskan pada ibu rumah tangga sehingga ibu rumah tangga bisa berdikari dan menghasilkan uang sendiri.
Dengan adanya program magang fair sekaligus pelatihan keterampilan, diharapkan semua lini bisa terangkul untuk dapat berkembang, memiliki pekerjaan, dan hidup secara layak dengan finansial yang baik sehingga dapat meminimalisir ketimpangan sosial di Jogja.
Demikian sedikit informasi yang kami dapat sampaikan terkait bagaimana cara Jogja kurangi pengangguran dengan Magang Fair. Semoga apa yang kami sampaikan di atas menjadi informasi yang inspiratif dan membawa manfaat khususnya bagi warga Jogja dan sekitarnya.
Tujuan dari program magang ini, supaya dapat menjadi bekal bagi mahasiswa atau fresh graduate merasakan bagaimana terjun di dunia kerja sebelum benar – benar menjadi karyawan sebuah perusahaan secara langsung.
Nah, program magang semacam itu sedang digenjot oleh pemerintah kota Yogyakarta. Pemerintah kota Yogyakarta berusaha memperbanyak kerja sama program magang kerja dengan berbagai perusahaan baik perusahaan swasta, daerah, atau negara yang ada di Jogja guna mengurangi angka pengangguran di Jogja.
Menurut Pemerintah Kota Yogyakarta, program magang kerja dinilai cukup efektif untuk mengurangi angka pengangguran yang ada di Jogja karena adanya sistem perkenalan antara peserta magang dengan perusahaan.
Beberapa perusahaan yang memang sedang membutuhkan karyawan bahkan cukup banyak yang akhirnya memilih anak – anak yang pernah magang di tempatnya atau di perusahaannya sebagai karyawan kontrak atau tetap.
Oleh sebab itu, pemerintah kota Yogyakarta optimis bahwa program magang dapat menjadi salah satu cara dan solusi efektif meningkatkan jumlah pekerja dan mengurangi angka pengangguran khususnya bagi mahasiswa dan fresh graduate Jogja.
“Kami (pemerintah kota Jogja) akan memperbanyak kerja sama seperti ini (magang) dengan perusahaan. Selama ini, memang banyak pelatihan untuk dunia kerja, tetapi nggak seefektif program ini (magang).” Kata wakil wali kota Jogja Heroe Poerwadi.
Menurut Heroe Poerwadi, banyak kesempatan kerja justru datang kepada fresh graduate setelah mereka magang dan dinilai memiliki cara kerja yang baik dan loyalitas yang oke pada perusahaan. Oleh sebab itu, Jogja akan terus melanjutkan program magang fair karena manfaatnya banyak, dan hasilnya pun efektif mengurangi angka pengangguran di Jogja.
Sampai saat ini, pemerintah kota Jogja sudah menggandeng lebih dari 20 perusahaan untuk mengaktualisasi program magang. Programnya berlangsung sekitar 3 – 5 bulan dan selama magang, peserta akan mendapat fasilitas seperti uang transportasi, juga ada perusahaan yang memberi uang makan dan uang saku setelah magang selesai.
Perusahaan juga memberikan harapan berupa kesempatan kerja bagi para peserta magang. Meski sedang menggenjot program magang fair, Jogja tetap akan memberikan program pelatihan keterampilan.
Hanya saja program pelatihan keterampilan yang diselenggarakan akan terfokus pada sasaran lain. Tak lagi menyasar untuk mahasiswa dan fresh graduate, program pelatihan keterampilan akan lebih difokuskan pada ibu rumah tangga sehingga ibu rumah tangga bisa berdikari dan menghasilkan uang sendiri.
Dengan adanya program magang fair sekaligus pelatihan keterampilan, diharapkan semua lini bisa terangkul untuk dapat berkembang, memiliki pekerjaan, dan hidup secara layak dengan finansial yang baik sehingga dapat meminimalisir ketimpangan sosial di Jogja.
Demikian sedikit informasi yang kami dapat sampaikan terkait bagaimana cara Jogja kurangi pengangguran dengan Magang Fair. Semoga apa yang kami sampaikan di atas menjadi informasi yang inspiratif dan membawa manfaat khususnya bagi warga Jogja dan sekitarnya.