Cara Membuat Kolak Pisang Sederhana, Takjil Favorit Saat Ramadan | Media Jogja

Cara Membuat Kolak Pisang Sederhana, Takjil Favorit Saat Ramadan

Cara Membuat Kolak Pisang.webp

Menu berbuka puasa identik dengan hidangan manis yang mampu mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di antara beragam pilihan takjil, kolak pisang tetap menjadi sajian tradisional yang paling dinantikan masyarakat Indonesia setiap Ramadan.

Perpaduan rasa manis gula merah, gurih santan, serta tekstur pisang yang lembut menjadikan kolak pisang digemari lintas generasi. Selain mudah dibuat, hidangan ini juga menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan, sehingga kerap menjadi pilihan utama untuk menu buka puasa di rumah.

Tak hanya soal rasa, kolak pisang juga memiliki nilai budaya yang kuat. Sajian ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari tradisi Ramadan di berbagai daerah di Indonesia.

Kolak Pisang, Takjil Tradisional yang Tetap Populer​

Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kolak merupakan kudapan berkuah yang dibuat dari bahan seperti pisang, ubi, atau labu yang dimasak dengan santan dan pemanis alami. Proses pembuatannya relatif sederhana, namun menghasilkan cita rasa khas yang sulit tergantikan.

Dalam praktiknya, kolak tidak hanya berisi pisang. Banyak variasi yang menambahkan ubi, singkong, labu kuning, kolang-kaling, hingga biji salak. Meski demikian, pisang kepok tetap menjadi pilihan paling umum karena teksturnya yang kokoh dan tidak mudah hancur saat dimasak.

Resep Kolak Pisang Sederhana untuk Buka Puasa​

Resep kolak pisang berikut dirangkum dari berbagai sumber kuliner Ramadan, salah satunya buku 30 Hari Menu Lezat & Praktis untuk Ramadhan karya Ahmad Arraka.

Bahan-bahan:​

  • Pisang kepok matang sebanyak 3–5 buah, dipotong serong
  • Santan 200–800 ml, disesuaikan dengan tingkat kekentalan
  • Gula merah 100 gram, diserut halus
  • Gula pasir 30–50 gram
  • Daun pandan 1–2 lembar, disimpulkan
  • Garam ½ sendok teh
  • Air secukupnya

Cara Membuat:​

  • Rebus air bersama gula merah dan daun pandan hingga larut dan mengeluarkan aroma harum
  • Masukkan potongan pisang kepok, masak dengan api kecil hingga mulai empuk
  • Tuangkan santan perlahan sambil diaduk agar tidak pecah
  • Tambahkan garam untuk menyeimbangkan rasa
  • Masak hingga kuah mendidih perlahan, lalu angkat
  • Kolak pisang dapat disajikan hangat atau dingin sesuai selera

Untuk menambah variasi, kolak pisang juga kerap dikombinasikan dengan ubi, singkong, sagu mutiara, atau labu kuning agar rasa dan teksturnya semakin beragam.

Tips Memilih Pisang Kepok agar Kolak Tidak Hancur​

Kualitas kolak pisang sangat dipengaruhi oleh bahan utamanya. Mengacu pada buku Budidaya Pisang Kepok dan Cara Mengolahnya karya Tsamrotul Ilmi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih pisang kepok.

Pisang kepok yang baik umumnya memiliki kulit tebal dan utuh, menandakan daging buah di dalamnya masih terjaga. Selain itu, daging buah sebaiknya padat namun tetap lembut, tidak terlalu mentah atau terlalu matang agar tidak mudah hancur saat dimasak. Tangkai pisang yang berwarna hijau kekuningan juga menjadi tanda tingkat kematangan yang pas dan lebih tahan disimpan.

Kolak Pisang dan Tradisi Ramadan​

Selain berfungsi sebagai hidangan pembuka puasa, kolak pisang juga menjadi simbol kebersamaan keluarga saat berbuka. Proses memasaknya yang sederhana sering kali dilakukan bersama-sama, menciptakan suasana hangat di rumah selama Ramadan.

Seiring waktu, inovasi kolak pisang terus berkembang, mulai dari kolak pisang singkong, kolak pisang labu kuning, kolak pisang mutiara, hingga kolak setup pisang tanpa santan. Ragam variasi ini membuat kolak pisang tetap relevan dan terus digemari hingga kini.(*)
 
Back
Atas.