Cara Sultan Hamengkubuwono X Tenangkan Massa Demo Jogja | Media Jogja

Cara Sultan Hamengkubuwono X Tenangkan Massa Demo Jogja

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Gudeg
  • Mulai tanggal Mulai tanggal
1 cara sultan Hamengkubuwono X.webp

Sabtu, 30 Agustus 2025, demo besar – besaran terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, tak terkecuali Jogja. Selain terkait apa yang menjadi tuntutan massa, ada satu hal lagi yang menyita perhatian masyarakat atas demo di Jogja yakni bagaimana cara Sultan Hamengkubuwono X tenangkan massa demo Jogja.

Tidak memilih jalan ‘enggan’ menemui massa, begini cara yang dilakukan Sultan Hamengkubuwono X dalam meredakan amarah rakyat Jogja.

1.Datang dengan tenang menemui massa aksi​

2 cara Sultan Hamengkubuwono X tenangkan massa demo Jogja.webp
Tak hanya rakyat Jogja, rakyat dari seluruh Indonesia pun menyaksikan bagaimana Sultan Hamengkubuwono X hadir di tengah – tengah massa menunjukkan sikap santun dan menghormati pilihan massa.

Didampingi GKR Hayu, GKR Condrokirono, dan tanpa pengawalan, Sri Sultan Hamengkubuwono X datang diiringi dengan alunan gending Raja Manggala yang terasa sakral dan menyentuh.

Pada kesempatan tersebut, sang sultan gubernur Jogja juga menyalami tiga orang yang menjadi perwakilan massa aksi, yang mana dua di antaranya menggunakan jaket ojek online.

Sultan Hamengkubuwono X menuturkan bahwa dirinya baru pulang dari Jakarta dan langsung turun untuk bertemu warga. “Jadi, memang sangat jelas saya butuh hadir di sini. Kebetulan saya baru malam ini, baru pulang dari Jakarta, ada acara di Jakarta. Jadi bagaimana pun, saya ingin mendengar apa yang sebetulnya terjadi di Jogja”.

2.Melakukan pendekatan dengan dialog dari hati ke hati​

Dengan kedatangan Sri Sultan Hamengkubuwono X tanpa pengawalan, menjadi angin segar bagi rakyat sekaligus menjadi penanda tidak adanya gap berupa kekuasaan antara sang gubernur dengan rakyat.

Kedudukan, keistimewaan, dan pangkat benar – benar terasa dijauhkan dari diri sang sultan. Pendekatan dengan dialog dari hati ke hati pun dilakukan.

“Harapan saya, pertama, saya juga sangat prihatin dan mengucapkan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan. Kenapa selalu ada korban dalam membangun demokratisasi,” ungkap sang gubernur Jogja.

Beliau melanjutkan, “Harapan saya, kami selalu punya diskusi, punya dialog, dengan teman – teman dari Ojol.”

“Jadi kalau itu tetap, tenaga saya, pikiran saya dibutuhkan silahkan. Tapi saya harus dapat suratnya, karena surat itu sebagai dasar saya mendiskusikan dengan pemerintah pusat. Silahkan,”.

“Kalau datang ke kantor saya, sekarang menyerahkan surat ya 2 – 3 orang saja, jangan semuanya. Silahkan,”ucap Sultan.

3.Memberikan ruang bagi ketua aksi menyampaikan aspirasi​

3 sri sultan Hamengkubuwono X di Polda Jogja.webp
Diajak masuk ke dalam ruang kantor polda DIY, gubernur Jogja memberikan uang bagi ketua aksi untuk menyampaikan apa yang menjadi kerisauannya, apa yang menjadi tuntutannya. Sang gubernur mendengarkan tuntutan ketua aksi dengan seksama.

4.Membuat kesepakatan​

Pertemuan antara Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai gubernur Jogja dengan warga diakhiri dengan sebuah kesepakatan.

“Yang kedua, saya suka juga berbicara dengan bapak Kapolda. Bersama saya, ada 8 orang. Itu semua adalah teman – teman Anda,”

“Bersama ini juga bersama saya berada di sini, saya kembalikan kepada saudara – saudara, karena itu teman Anda, Anda semua.” Ungkap sang gubernur Jogja.

Beliau melanjutkan, “Dengan demikian, harapan saya, kita bisa membangun dialog yang berkelanjutan. Dengan kembalinya teman – teman Anda yang 8 orang itu, harapan saya, mari, kita bisa berdialog lebih terbuka.”

Dari cara Sultan Hamengkubuwono X tenangkan massa demo Jogja, kita tahu bahwa sebenarnya yang dibutuhkan dan ditunggu oleh massa aksi adalah dialog atau komunikasi dengan pejabat untuk membuat suatu keputusan bersama, yang tentu keputusan tersebut adalah keputusan yang berpihak pada rakyat.

Rakyat tidak akan anarkis jika mereka, para pejabat mampu dan mau menenangkan. Bahkan, banyak orang mengatakan bahwa mereka ingin memiliki pemimpin yang mau turun langsung untuk berdialog dan mendengarkan apa yang menjadi keluhan rakyatnya.
 
Back
Atas.