Pandemi Covid-19, Bengkel Motor Terpaksa Potong Gaji Karyawan Agar Tetap Bertahan | Media Jogja

Pandemi Covid-19, Bengkel Motor Terpaksa Potong Gaji Karyawan Agar Tetap Bertahan

IMG_20220312_211106.jpg
Sentolo, Kulon Progo – Pandemi Covid-19 sangat berdampak buruk pada segala aspek Ekonomi di Indonesia. Dampak pandemi juga dirasakan secara langsung pada sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Hal ini membuat mereka harus beradaptasi dengan situasi ini.
Delta Motor yang merupakan salah satu UMKM bengkel motor yang beralamat di Pendem, Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo. Adanya pandemi covid-19 selama dua tahun terakhir membuat pendapatan dari bengkel tersebut mengalami penurunan.
“Sejak adanya pandemi ya begini bengkel jadi sepi, omset bengkel menurun mas, orang-orang jadi tidak rutin menyervis kendaraannya karena tidak selalu berpergian selama pandemi ini karena mereka lebih sering dirumah saja” ungkap Tri Nugraha Astika Aji selaku pemilik bengkel, Sabtu (26/02/2022).
Bengkel yang sudah berdiri sejak 12 tahun silam yang biasanya sehari bisa men-servis lebih dari 10 motor sekarang ada 5 motor servis saja sudah untung. Itupun hanya sekedar servis dan ganti oli. Mereka lebih memilih uangnya untuk biaya hidup dimasa pandemi daripada untuk merawat kendaraannya.
“Biasanya sih mereka yang datang servis jika ada kerusakan minta diganti, tetapi sekarang kebanyakan jika ada kerusakan mereka meminta untuk di akali supaya bisa di pakai lebih lama lagi karena keterbatasan dana untuk mereka hidup sehari hari,” katanya.
Menurunnya omset menjadi masalah tersendiri bagi pemilik bengkel delta motor. Tiga karyawan yang perbulannya harus digaji membuat pemilik harus menetapkan kebijakan yang kurang enak bagi karyawannya. Demi bertahan ditengah pandemi Bengkel Montor "Delta" terpaksa potong gaji karyawan.
“ini keputusann yang berat tapi ya mau gimana lagi, daripada saya pecat salah satu mereka kehilangan pekerjaan sedangkan dirumah punya anak istri yang harus dikasih nafkah, jadi saya memilih untuk memotong gaji mereka saja agar bengkel tetap berjalan,”tuturnya.
Walaupun gaji karyawan dipangkas tetapi kinerja dari karyawan dibengkel tidak menurun, mereka tetap menerima hal ini dengan legowo.
“Mungkin karena mereka sudah bekerja dengan saya cukup lama jadi mereka bisa memahami kondisi yang dialami saat ini bengkel sepi, omset menurun jadi mereka tidak menuntut banyak dari kebijakan yang saya terapkan” pungkasnya. (Deni Kurniyanto & Kurniawan)
 
Back
Atas.