Panduan Lengkap Budidaya Alpukat Agar Cepat Berbuah | Media Jogja

Panduan Lengkap Budidaya Alpukat Agar Cepat Berbuah

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Gudeg
  • Mulai tanggal Mulai tanggal
Panduan Lengkap Budidaya Alpukat Agar Cepat Berbuah.webp

Seperti yang telah Anda ketahui bahwa alpukat merupakan salah satu jenis buah yang sangat populer di Indonesia. Alpukat sendiri biasa dikonsumsi dengan cara diolah menjadi jus yang segar, buah alpukat memiliki ciri bentuknya yang lonjong dengan ukuran yang cukup besar, buah ini memiliki kulit berwarna hijau tua hingga ungu kecoklatan jika sudah matang. Tanaman buah alpukat tingginya bisa mencapai kurang lebih 20 meter dengan daunnya yang lebar yakni berukuran 12 hingga 25 cm.

Selain rasanya yang lezat, buah alpukat ternyata juga sangat kaya akan kandungan berbagai macam vitamin dan mineral yang tentu akan sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Buah alpukat dipercaya bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi penyakit stroke dan kolesterol tinggi sehingga membuat permintaan terhadap jenis buah ini selalu tinggi di pasaran. Hal tersebut tentu membuat banyak orang yang tertarik untuk melakukan budidaya tanaman buah alpukat. Jika tertarik, maka berikut ini akan kami ulas panduan lengkap budidaya alpukat agar cepat berbuah.​

Panduan Lengkap Budidaya Alpukat Agar Cepat Berbuah

1. Persiapan Bibit Alpukat
Hal yang pertama kali harus Anda lakukan dalam budidaya alpukat adalah persiapan bibit alpukat, perlu diketahui bahwa bibit alpukat bisa diperoleh dengan tiga cara yakni secara cangkok, menggunakan biji, ataupun sambung pucuk. Namun perlu Anda perhatikan bahwa bibit yang akan Anda gunakan haruslah berasal dari tanaman induk yang berkualitas agar panennya maksimal.​

2. Pengolahan Lahan
Selain mempersiapkan bibit alpukat, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan pengolahan lahan. Hendaknya Anda mencangkul atau membajak tanah terlebih dahulu dengan tujuan agar tanah memiliki tekstur yang gembur sehingga perakaran tanaman mudah untuk tumbuh, kemudian buatlah lubang tanam berukuran 60 x 60 cm dengan kedalaman sekitar 60 cm.​

3. Penanaman Bibit
Setelah mengolah tanah, maka hal selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah menanam bibit alpokat ke dalam lubang tanam yang telah dibuat. Perlu diperhatikan bahwa proses penanaman akan lebih baik dilakukan pada waktu pagi dengan tujuan agar tidak langsung terkena panas matahari, selain itu Anda juga harus menanamnya dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman.​

4. Proses Pemeliharaan
Langkah berikutnya yang harus dilakukan dalam budidaya alpukat adalah proses pemeliharaan, proses ini sangat penting sehingga tidak boleh Anda abaikan. Tanaman alpukat harus disiram dengan frekuensi dua kali sehari, namun Anda tidak perlu menyiramnya jika musim hujan. Selain itu Anda juga perlu melakukan penyiangan dan juga pemupukan ulang agar tanaman alpukat bisa tumbuh dengan baik.​

5. Proses Pemanenan Alpukat
Pemanenan merupakan saat yang paling ditunggu-tunggu oleh para petani alpukat, perlu Anda ketahui bahwa tanamana alpukat baru akan berbuah setelah berusia 10 tahun jika ditanam menggunakan biji atau 5 tahun jika melalui sistem vegetatif di mana buahnya sudah bisa diambil setelah berbunga selama 6 bulan, Anda bisa melakukan pemanenan dengan cara memetik buahnya.

Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan budidaya tanaman alpukat, maka Anda bisa mengikuti panduan yang ada di atas.​
 
Back
Atas.