Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiap menghadirkan rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sebagai bagian dari pengembangan layanan transportasi publik terintegrasi. Kehadiran trayek baru ini ditargetkan sudah dapat digunakan masyarakat sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari pembaruan daftar rute bus Transjabodetabek terbaru yang terus diperluas untuk memperkuat konektivitas Jakarta dengan wilayah penyangga serta simpul transportasi penting, termasuk bandara internasional. Dengan hadirnya rute Blok M–Soetta, masyarakat diharapkan memiliki alternatif perjalanan menuju bandara yang lebih terjangkau dan efisien.
Selama ini, akses menuju Bandara Soekarno-Hatta kerap dihadapkan pada biaya transportasi yang relatif tinggi serta ketidakpastian waktu tempuh akibat kepadatan lalu lintas. Melalui layanan ini, Pemprov DKI berupaya memberikan solusi mobilitas publik yang lebih terstruktur, nyaman, dan terkoneksi dengan jaringan Transjakarta.
Perkuat Konektivitas Transportasi Publik
Rute Transjabodetabek Blok M–Soetta akan melengkapi 15 trayek yang lebih dahulu beroperasi dan menghubungkan Jakarta dengan kawasan penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pengembangan ini sejalan dengan upaya integrasi transportasi massal berbasis jalan guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.Mengacu pada laman resmi PT Transjakarta, berikut sejumlah rute Transjabodetabek yang saat ini telah melayani penumpang:
• P11 (Blok M–Bogor)
• B21 (Bekasi Timur–Cawang)
• D21 (Universitas Indonesia–Lebak Bulus)
• S11 (BSD Serpong–Jelambar)
• T31 (PIK 2–Blok M)
• B11 (Summarecon Bekasi–Cawang)
• D41 (Sawangan–Lebak Bulus via Tol Desari)
• SH1 (Kalideres–Perkantoran Soekarno Hatta)
• T12 (Poris Plawad–Juanda)
• S21 (CSW–Ciputat)
• S61 (Alam Sutera–Blok M)
• D11 (Depok–Cawang Sentral via Cibubur)
• B41 (Vida Bekasi–Cawang Sentral)
• S22 (Ciputat–Kampung Rambutan)
• T11 (Poris Plawad–Petamburan)
Nomor rute untuk trayek Blok M–Soekarno-Hatta hingga kini masih menunggu pengumuman resmi. Namun dalam perencanaannya, bus akan berhenti di tiga terminal utama Bandara Soetta untuk memudahkan akses penumpang, baik yang menuju area keberangkatan maupun kedatangan.
Untuk mendukung kelancaran operasional di kawasan bandara, Pemprov DKI Jakarta juga bekerja sama dengan PT Angkasa Pura Indonesia.
Armada dan Jadwal Keberangkatan
Sebanyak 20 unit armada bus disiapkan untuk melayani rute Transjabodetabek Blok M–Soetta. Dengan jumlah tersebut, waktu tunggu diproyeksikan relatif singkat.“Armada yang disiapkan untuk trayek ini sebanyak 20 unit, sehingga setiap lima sampai sepuluh menit akan selalu tersedia bus,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Utara, Kamis (5/2).
Dengan frekuensi kedatangan yang padat, layanan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya menjelang periode mudik Lebaran 2026 yang biasanya diwarnai peningkatan arus perjalanan udara.
Tarif Tetap, Tidak Ada Kenaikan
Terkait tarif, Pemprov DKI memastikan belum ada kebijakan kenaikan harga untuk layanan Transjakarta maupun Transjabodetabek. Untuk rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, tarif diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku saat ini.Penumpang dikenakan tarif Rp2.000 sebelum pukul 07.00 WIB dan Rp3.500 setelah pukul 07.00 WIB.
Pramono menilai tarif tersebut sangat kompetitif dibandingkan moda transportasi lain menuju bandara.
“Pasti masyarakat akan memanfaatkan layanan ini. Dari Soekarno-Hatta ke Blok M cukup membayar Rp3.500 dengan armada yang nyaman, tentu banyak yang tertarik,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa waktu perjalanan diperkirakan lebih cepat karena bus akan melintas melalui jalur khusus, sehingga dapat meminimalkan hambatan akibat kemacetan.
Potensi Kurangi Kemacetan
Kehadiran rute baru Transjabodetabek ini dinilai berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas, baik di Jakarta maupun kawasan Banten. Dengan tersedianya transportasi publik yang terjangkau dan terintegrasi, masyarakat diharapkan beralih dari kendaraan pribadi ke moda massal.Rute Blok M–Soetta dijadwalkan mulai beroperasi pekan depan, meski tanggal peluncuran resmi masih menunggu pengumuman lanjutan dari Pemprov DKI Jakarta.(*)