Update Pembangunan Jalan Tol di Yogyakarta | Media Jogja

Update Pembangunan Jalan Tol di Yogyakarta

1755133280522.webp
Pembangunan jalan tol di wilayah Yogyakarta menunjukkan perkembangan yang menggembirakan selama beberapa bulan terakhir. Berbagai proyek strategis nasional mencapai kemajuan yang signifikan. Berikut adalah pembahasan lebih lanjut mengenai update pembangunan tol di Yogyakarta.

Tol Jogja-Solo​

1755133300923.webp
Progres konstruksi Tol Jogja Solo pada segmen Prambanan-Purwomartani telah mencapai 78.90% dengan tingkat pembebasan lahan mencapai 99.50%. Rivan Achmad Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Marga, mematok target agar ruas tol ini bisa beroperasi sampai Gerbang Tol Kalasan pada tahun 2026.

Segmen Klaten-Prambanan pada Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo sudah resmi mulai beroperasi dan dikenakan tarif sejak 6 Agustus 2025. Setelah beroperasi secara gratis selama satu bulan, segmen sepanjang 7.85 km ini akhirnya menerapkan sistem transaksi tertutup dengan tarif bervariasi.

Tarif tol untuk kendaraan golongan I atau pribadi mulai dari Rp 15.000 untuk rute terdekat Klaten-Prambanan, dan mencapai Rp 57.000 untuk perjalanan terjauh antara Kartasura dan Prambanan. Pemberlakuan tarif ini berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 683/KPTS/M/2025 tanggal 22 Juli 2025.

Tol Yogyakarta-Bawen​

Pembangunan tol di Yogyakarta Bawen sepanjang 75.12 km mengalami kemajuan terutama pada dua seksi yang menjadi prioritas. Seksi 1 Sleman-Banyurejo (8.80 km) telah mencapai progress konstruksi sebanyak 77.68% dengan pembebasan lahan 96.73%. Seksi 6 Ambarawa-Bawen (4.98 km) mencapai progress konstruksi 75.47% dengan pembebasan lahan 95.58%.

Untuk seksi lainnya, Seksi 2 Banyurejo-Borobudur (15,20 km) mencapai pembebasan lahan 91,60%, Seksi 3 Borobudur-Magelang (8,10 km) mencapai 73,20%, Seksi 4 Magelang-Temanggung (16,65 km) mencapai 36,54%, dan Seksi 5 Temanggung-Ambarawa (21,39 km) baru mencapai 11,25%.

Proyek dengan total investasi Rp14,26 triliun ini melintasi dua provinsi: Jawa Tengah (66,32 km) dan DIY (8,80 km). Jalan tol ini dirancang dengan lima interchange yang terletak di Ambarawa, Temanggung, Borobudur,,Magelang, Borobudur, dan Banyurejo, yang diharapkan mampu mengoptimalkan konektivitas di wilayah Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang).

Tol Jogja-YIA Kulon Progo​

Update mengenai pembangunan tol di Yogyakarta berikutnya yaitu pada Tol Jogja-YIA Kulon Progo. Ruas Tol Jogja-YIA Kulon Progo, yang menghubungkan Junction Sleman hingga Bandara YIA sepanjang 35,74 km, saat ini masih dalam proses pembebasan lahan secara intensif. Proyek yang terbagi dalam lima paket pekerjaan ini ditargetkan selesai pada 2028.

Pembayaran uang ganti rugi terus dilakukan di berbagai wilayah, termasuk di Banyuraden, Gamping, dengan nilai ganti rugi mencapai puluhan miliar rupiah. Harga tanah per meter di area-area strategis seperti Ring Road bisa mencapai Rp 11 juta.

Koordinasi dan Percepatan​

Pemerintah pusat melalui Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI terus melakukan koordinasi untuk mempercepat progres konstruksi jalan tol Yogyakarta. Kunjungan ke Junction Sleman dilakukan untuk memastikan titik pertemuan tiga ruas jalan tol (Jogja-Solo, Jogja-YIA Kulon Progo, dan Jogja-Bawen) dapat diselesaikan tepat waktu.

Prospek Jalan Tol di Yogyakarta​

Dengan kemajuan yang telah dicapai, masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya dapat mengharapkan peningkatan konektivitas yang signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Tol Jogja-Solo diharapkan dapat beroperasi penuh hingga Kalasan pada 2026, sementara Tol Yogyakarta-Bawen sebagian akan beroperasi pada 2026, dan Tol Jogja-YIA Kulon Progo pada 2028.

Demikian pembahasan tentang pembangunan jalan tol di Yogyakarta. Pembangunan infrastruktur jalan tol ini diharapkan tidak hanya mempercepat mobilitas dan menurunkan biaya logistik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi baru, dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

sumber :
 
Back
Atas.